Istora Senayan

Menpora: Nama Istora Warisan Sejarah yang tak Boleh Diganti

Rendy Renuki H    •    21 Mei 2018 19:52 WIB
olahraga
Menpora: Nama Istora Warisan Sejarah yang tak Boleh Diganti
Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menegaskan, nama Istana Olahraga (Istora) Senayan adalah warisan sejarah yang tak boleh diganti. Hal itu ditegaskannya saat netizen kembali mempertanyakan polemik wacana perubahan nama Istora lewat media sosialnya di sesi "TanyaINaja" beberapa waktu lalu.

Istora Senayan di kawasan GBK adalah warisan sejarah di bidang olahraga. Oleh sebab itu, menurutnya siapapun tidak boleh mengganti nama Istora karena harus tetap dipertahankan.

“Apapun dan siapapun tidak berhak untuk mengubah nama ini, karena di sini ada pengorbanan, darah dan air mata untuk membangun GBK. Karena itu kita harus bergotongroyong dan bersatu padu mempertahankan nama ini," tegas Imam.

Baca juga: Della/Rizki Pastikan Kemenangan Indonesia Atas Malaysia

Lebih jauh, Imam mengatakan bahwa ada fakta PPK GBK membutuhkan dukungan sponsor untuk pemeliharaan dan pembiyaan. Ia mengatakan hal itu dapat dilakukan secara profesional tanpa harus mengubah namanya.

Imam juga mengingatkan soal keberadaan Istora yang telah menjadi bagian dari semangat para atlet Indonesia untuk menorehkan prestasi di berbagai ajang yang digelar. Selain bulu tangkis,beberapa cabang olahraga yang bertanding di Istora juga pernah mencatatkan sejarah.

Lagu Indonesia Raya pernah membahana di hadapan sekitar 12.000 penonton Istora pada 3 Mei 1985, kala pukulan straight kiri Ellyas Pical membuat petinju Korea Selatan Ju Do Chun mencium matras. Sabuk juara dunia kelas bantam junior IBF pun berpindah ke Ellyas Pical dan menjadikannya petinju Indonesia pertama yang menjadi juara dunia.

"Sudah barang tentu kita ingin GBK terus melahirkan prestasi-prestasi hebat berikutnya di Tanah Air," ujar Imam lagi.

Video: Menpora Sambut Kepulangan Timnas Panjat Tebing
 


(RIZ)