Tenis

Mendaki Gunung, Cara Djokovic Kembali ke Puncak Performa

A. Firdaus    •    02 Oktober 2018 13:29 WIB
tenis
Mendaki Gunung, Cara Djokovic Kembali ke Puncak Performa
Petenis Serbia Novak Djokovic (Foto: PEDJA MILOSAVLJEVIC / AFP)

Beograd: Novak Djokovic memiliki masa kelam dalam kariernya sebagai petenis dunia. Beruntung ia tak terlarut dalam periode tersebut.

Djokovic mengalami kemunduran dramatis dalam dua tahun terakhir. Petenis Serbia itu mengalami cedera dan membuat performanya sebagai petenis nomor satu dunia menurun.

Tapi sekarang ini, Djokovic menyatakan ia dalam kondisi percaya diri, setelah melakukan aktivitas mendaki gunung. Aktivitas itu ia anggap membantu mengembalikan perfomanya.

"Jika saya harus memilih satu momen yang mengubah perjalanan saya, itu adalah usai tersingkir pada perempat final Roland Garros (French Open) tahun ini," ujar Djokovic.

"Saya mengambil cuti empat atau lima hari dan pergi mendaki gunung bersama istri saya (Jelena). Menghabiskan waktu di alam membantu saya menjernihkan pikiran dan menempatkan segala sesuatu ke dalam perspektif saya," terangnya.

Betul saja, Djokovic kembali menambah koleksi trofinya. Mantan petenis nomor satu dunia itu berhasil menggondol gelar Wimbledon, Cincinnati, dan US Open 2018.

"Saya sangat bersyukur bahwa saya mencapai performa puncak lagi, setelah paruh pertama musim yang sulit menyusul operasi siku. Saya juga tidak menduga bahwa saya bisa kembali dengan begitu cepat," ucap Djokovic.

Kini, Djokovic ingin kembali merebut posisi teratas dengan cara memenangi turnamen demi turnamen. Ke depan ada turnamen Masters di Shanghai, Paris, dan London. 

Setelah Raih Emas Asian Games, Eko Yuli Cari Tiket ke Tokyo



(ASM)