Program Unggulan Kemenpora 2018 dan Kesiapan Asian Games

Pelangi Karismakristi    •    29 Maret 2018 19:45 WIB
berita kemenpora
Program Unggulan Kemenpora 2018 dan Kesiapan Asian Games
Menpora Imam Nahrawi (Foto:Dok.Kemenpora)

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi membeberkan Kesiapan Pelaksanaan Program Kemenpora Tahun 2018 kepada Komisi X DPR. Beberapa di antaranya terkait delapan program unggulan hingga kesiapan penyelenggaraan Asian Games, dan Asian Para Games 2018.

Menpora menjelaskan terkait persiapan pelaksanaan program Kemenpora tahun 2018 bahwa pada 18 Desember 2017, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) sudah diserahkan kepada masing-masing satuan kerja (satker) di lingkungan Kemenpora. 

"Serta penetapan pejabat perbendaharaan dan pengelola keuangan di masing-masing satker sudah selesai termasuk juga penetapan Juknis Petunjuk Operasional, dan SOP di masing-masing unit kerja sudah selesai," kata Menpora, dilansir Kemenpora.go.id.

Mengenai delapan program unggulan, ada beberapa bidang pemuda dan olahraga tahun 201, antara lain Gowes Nusantara, Kirab Pemuda, Gala Desa, Perpres 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan, Program Sejuta Bola, Pelatihan 100 Ribu Pelatih dan Tenaga Keolahragaan Lainnya, Perpres 95 tahun 2017 tentang Peningkatan  Prestasi Olahraga Nasional, dan Penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games. 

Tak hanya itu, Menpora juga menyampaikan soal kesiapan penyelenggaraan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Dirinya juga menyatakan berupaya menyusun dan mengawal proses perencanaan dan pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2016 yang telah diperkuat dalam Perpres Nomor 48 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Asian Games XVIII  2018 dan Asian Para Games III 2018.

"Pemerintah juga telah mengeluarkan Inpres No. 3 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan/Rehabilitasi Prasarana dan Sarana Olahraga dan Prasarana dan Sarana Pendukung dalam persiapan Penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 dan Asian Para Games lll 2018," ucapnya.

Hal lain yang juga dijelaskan oleh Menpora adalah mengenai penghargaan bagi para atlet berprestasi dalam kejuaraan tingkat nasional. Imam mengatakan bahwa pemerintah memberikan Jaminan Hari Tua (tunjangan) selama setahun untuk prestasi tingkat Olimpiade dan Paralimpiade, penghargaan dan bonus bagi atlet berprestasi peraih medali  Olimpiade dan Paralimpiade.

Jaminan ASN bagi para atlet yang pernah berada di level ASEAN, peraih medali emas dan perak di Asia, peraih medali emas, perak dan perunggu  tingkat dunia, dan single event internasional lain yang setara, serta memfasilitasi pemberian rumah bagi peraih medali emas di  Asian Games  2018 dan Asian Para Games 2018. 

Komisi X pun meminta Menpora untuk menyampaikan secara tertulis lebih rinci terhadap alokasi anggaran untuk Satker UPT, INASGOC, LPDUK dan 34 satker dekonsentrasi. Selanjutnya, dalam upaya sukses Asian Games  2018 dan Asian Para Games 2018, Komisi X DPR RI menekankan kepada Kemenpora untuk terus menerus dan secara intensif melakukan koordinasi antar  K/L, INASGOC dan INAPGOC.
 
Selebihnya, Komisi X DPR RI meminta Menpora serius melakukan persiapan Asian Games dan Asian Para Games 2018 dengan menyusun indikator keberhasilan secara berkala (per bulan) atlet. Juga mendukung upaya Menpora RI untuk mengangkat olimpian dan atlet berprestasi sebagai ASN tanpa batas usia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan mendorong Kemenpan RB untuk memberikan  kuota khusus.


(ROS)