Tour de Singkarak 2018

Tour de Singkarak Bukan Sekadar Lomba Balap Sepeda

Kautsar Halim    •    05 November 2018 08:26 WIB
tour de singkarak
Tour de Singkarak Bukan Sekadar Lomba Balap Sepeda
Suasana balapan etape 1 Tour de Singkarak 2018. (Foto/Humas tdS)

Sijunjung: Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian, menjelaskan arti penting event balap sepeda internasional, Tour de Singkarak (TdS), untuk wilayahnya. Menurut dia, banyak hal positif yang didapat dari luar sisi keolahragaan, khususnya pariwisata.

"Awalnya, TdS memang bukan digelar untuk pembalap sepeda atau olahraga. Tapi, lebih kepada membangun cipta pariwisata Sumatera Barat," kata Oni seusai etape 1 TdS 2018, Minggu (4/11/2018).

TdS merupakan event akbar tahunan kebanggaan Sumatera Barat dan Indonesia. Untuk menyelenggarakannya, panitia pelaksana harus bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Daerah, sponsor swasta, hingga masyarakat.

Untuk tahun ini, TdS diikuti oleh 20 tim terbaik dunia yang terdiri dari seratus lebih peserta dari 26 negara. Event-nya berlangsung sekitar seminggu (3-11 November), melibatkan 16 seluruh kabupaten/kota dan memiliki jarak tempuh total 1.276 kilometer. Total hadiahnya mencapai Rp2,3 miliar.

Dipaparkan Oni, TdS sudah mengalami berbagai peningkatan sejak digelar pertama kali pada 2009. Baik itu jumlah peserta, besaran hadiah dan hingga kualitas penyelenggaraan. Namun, yang paling utama, sektor pariwisata Sumatera Barat juga ikut meningkat.

"Sekarang sudah sampai 57 kali penerbangan dengan destinasi ke Sumatera Barat. Itu menandakan bahwa wisatawan tambah banyak lewat TdS," kata Oni.

"Penambahan wisatawan terjadi karena TdS ikut mempromosikan keindahan alam dan budaya di sini. Selain itu, berbagai pembangunan infrastruktur seperti jalan raya dan hotel-hotel juga ikut berkembang," tambahnya. 

Antusiasme masyarakat setempat yang wilayahnya dilintasi TdS juga makin besar per tahun. Bukannya terganggu karena mobilitas tertutup, para warga malah ikut menyaksikan dan ikut berteriak memberi dukungan dari sisi jalan. Selain itu, mereka juga bisa berjualan untuk menambah penghasilan.

"Sekitar 80 persen penonton adalah warga setempat. Jadi tujuan lain TdS adalah memberi hiburan juga. Belum lagi, mereka juga bisa berpartisipasi lewat bazaar yang dibuka saat start atau finis," terang Oni.

Melihat besarnya dampak untuk Sumatera Barat, Oni beserta jajarannya bertekad untuk terus mengembangkan TdS. Bahkan ke depannya, tidak mustahil bagi para wisatawan untuk terlibat langsung dalam perlombaan.

"Wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan TdS memang masih sedikit. Tapi, itu dikarenakan kami belum punya paket-paket khusus untuk menampung mereka. Insya Allah tahun depan kami akan siapkan agar wisatawan juga bisa ikut bersepeda atau apalah," tutup Oni.

Eko Yuli Irawan Sukses Pecahkan Dua Rekor Dunia



(FIR)