Pengorbanan Roger Federer sebagai Petenis Dunia

Kautsar Halim    •    26 Maret 2019 14:20 WIB
tenisroger federer
Pengorbanan Roger Federer sebagai Petenis Dunia
Roger Federer. (Julian Finney/Getty Images/AFP)

Roger Federer buka suara tentang pengorbanannya untuk menjadi salah satu petenis terbaik dunia. Dia pun mengklaim tidak menyesal dengan pilihan menjadi seorang atlet.  

Florida: Roger Federer termasuk salah satu petenis putra terbaik dunia asal Swiss. Meski usianya menginjak 37 tahun, namun dia masih aktif menjadi atlet profesional hingga saat ini.

Berbagai prestasi bergengsi pernah diraih Federer, termasuk berada di ranking satu dunia. Tapi, Federer tidak mudah puas begitu saja dan bahkan belum berkeinginan gantung raket.

Terkini, Federer sukses mengalahkan Filip Krajinovic yang berusia 10 tahu lebih muda untuk melaju ke babak 16 besar Miami Open 2019. Menurut dia, tren positif itu tak lepas dari berbagai pengorbanan yang dilakukan sejak kecil.


Klik: PABBSI Gencar Lakukan Sosialisasi Doping


Federer sudah berlatih tenis sejak masih berusia 8 tahun. Tapi, hasilnya baru terasa enam tahun kemudian dengan menjadi petenis junior terbaik Swiss.

Karena padatnya jadwal latihan dan turnamen, Federer mengorbankan pendidikan formalnya atau tepatnya terpaksa berhenti sekolah. Tapi, keputusan yang dia ambil itu tetap dikonsultasikan dengan orang tuanya. 

"Saya tidak menyelesaikan sekolah. Saya berhenti di usia 16 tahun. Jika tidak menjadi pemain tenis, pasti saya selesaikan pendidikan tersebut," aku Federer seperti dilansir express.co.uk.

"Kendati demikian, saya bahagia orang tua mau setuju dengan jalur yang saya pilih ini," tambahnya.
 

Klik: Aero-Aqsa Masih Tumpuan Tim Jetski Indonesia


Selain pendidikan formal, Federer juga membeberkan tidak banyak memiliki teman seperti orang-orang pada umumnya. Sebab, dia lebih banyak menghabiskan masa remajanya di lapangan untuk berlatih dan bertanding.

"Anda tahu sendiri apa yang saya lakukan saat berusia 16 hingga 20 tahun. Jadi, teman-teman saya biasanya berasal dari sisi kehidupan yang lain," tutur Federer.

Menanggapi sisi kehidupan yang hilang, Federer mengaku tidak menyesal. Dia bahkan ketagihan dan siap berkorban lagi untuk tetap berada di tingkat kenyamanan itu, yakni menjadi petenis profesional.

"Pengorbanan itu cukup sepadan dengan yang didapat. Saya pun pasti terus melakukan meski tidak bisa mengulangnya," tutup juara Grand Slam 20 kali tersebut. (express.co.uk)




(KAU)