PON 2016

Didiskualifikasi, Tim Sepatu Roda Putri Jabar Gagal Raih Emas

Roni Kurniawan    •    24 September 2016 21:28 WIB
pon 2016
Didiskualifikasi, Tim Sepatu Roda Putri Jabar Gagal Raih Emas
Logo PON 2016 (Foto Istimewa)

Metrotvnews.com, Bandung: Tetesan air mata terjadi pada tim sepatu sepatu roda Jawa Barat saat menghadapi empat nomor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di arena sepatu roda Saparua, Jalan Ambon, Kota Bandung, Sabtu 24 September. Pasalnya salah satu timnya didiskualifikasi di nomor 5.000 meter relay putri. 

Padahal dalam pertandingan tersebut, tim putri Jabar yang dihuni Alda Riyani Arisman, Fathiyya Luh Nik Heryadie, Salma Falya Niluh dan Trianinda Setio Palupi ini berhasil mencapai finis lebih dulu dengan menorehkan waktu 07:39.001 detik.

Namun, dari hasil penentuan juara, panitia pelaksana (panpel) pertandingan sepatu roda mengumumkan tim dari DKI Jakarta yang menorehkan catatan waktu 07:39.105 detik sebagai pemenang dan berhak membawa pulang medali emas.

Keputusan panpel lantas membuat tim sepatu roda Jabar emosi. Bahkan botol air mineral pun berseliweran dilayangkan ke arena pertandingan‎ sebagai bentuk rasa kekecewaan. Begitu pun yang dilakukan oleh pendukung tuan rumah yang berada di tribun penonton dan di batas arena tersebut.

Sementara itu para atlet tuan rumah ini hanya bisa meneteskan air mata atas putusan tersebut. Sebab raihan medali emas yang sudah didepan mata hilang dengan sekejap.

Pelatih tim sepatu roda Jabar, Andre Sudrajat mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan hasil yang diterima. Menurutnya para penonton lebih mengetahui siapa yang berhak meraih medali emas di nomor 5.000 meter relay putri tersebut.

"Semua masyarakat, penonton, dan semua provinsi yang pasti sudah tahu kalau kita yang juara satu. Tapi kita malah didiskualifikasi tanpa ada penjelasan. Dan saya dengar juga katanya hasil didiskualifikasi ini dikarenakan ada campur tangan dan intruksi dari Ketua PB Perserosi. Tentunya kita sangat kecewa," kesal Andre.

Andre mengklaim memaklumi hal itu, pasalnya Ketua Umum PB Perserosi yakni Danny Buldansyah sendiri berasal dari DKI Jakarta. Sehingga kemenangan diharuskan dimiliki oleh Kota asalnya. "Dia (Danny) bukan mewakili Indonesia tapi mewakili daerahnya sendiri. Jadi kita dirugikan," pungkasnya masih dengan nada kesal.


(PAT)