TAFISA Games 2016

Kontingen Gulat TAFISA Sesalkan Kurangnya Perhatian PGSI

Krisna Octavianus    •    11 Oktober 2016 07:39 WIB
olahraga
Kontingen Gulat TAFISA Sesalkan Kurangnya Perhatian PGSI
Andika Sulaeman (kiri) (Foto: ANTARA/Widodo S jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kontingen gulat Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Dunia Zurkhaneh dan Koshti Pahlavani TAFISA World Sport for All Games 2016 sayangkan kurangnya perhatian PB Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) terhadap keikutsertaan mereka di ajang internasional itu.

Manajer tim Indonesia Bramidi mengatakan, sejak awal persiapan hingga turnamen selesai, di mana Indonesia mendapatkan satu emas gulat tradisional Iran Koshti Pahlavani, tidak ada bantuan apapun dari PB PGSI maupun pemerintah. Padahal mereka datang dan bertanding atas nama negara.

(BACA: Atlet Indonesia Juara Dunia Gulat Tradisional Iran)

"Sejak awal sama sekali tidak ada bantuan apapun, baik  sarana prasarana latihan ataupun biaya. Semuanya kami tanggung sendiri," ujar Bramidi.

Walau begitu, dengan waktu terbatas, mereka hanya latihan selama lima hari, dan tanpa dukungan dari PB PGSI maupun pemerintah, Indonesia berhasil mendapatkan satu emas gulat Iran, Koshti Pahlavani, di kelas 70-80 kilogram. Medali emas diraih atas nama Andika Sulaeman setelah mengalahkan pegulat Azerbaijan.

Andika pun mengutarakan kekecewaannya juga. Ia mengaku berlatih tanpa perhatian dari PGSI dan bahkan karena kebaikan kontingen Iran mereka bisa berlatih bersama.

(BACA: Maverick Vinales dan Valentino Rossi, Duet yang Saling Melengkapi)

"Saya ingin kami diperhatikan. Berikutnya akan ada lagi turnamen internasional Koshti Pahlavani dan saya ingin pemerintah serta federasi (PB PGSI) mendukung kami untuk dapat berlaga di sana," tutur mahasiswa Universitas Negeri Jakarta angkatan 2016 itu. (ANT)

 


(KRS)