SEA Games 2017 Malaysia

Korban Berjatuhan Usai Seremoni Penutupan SEA Games 2017

Kautsar Halim    •    31 Agustus 2017 03:12 WIB
sea games 2017
Korban Berjatuhan Usai Seremoni Penutupan SEA Games 2017
Suasana antrean di Stasiun Bukit Jalil usai seremoni penutupan SEA Games 2017. (Foto: MTVN/Kautsar)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Seremoni penutupan SEA Games 2017 tidak semuanya membawa suka cita. Usai acara, terdapat beberapa pengunjung yang pingsan karena sesaknya antrean kendaraan pengangkut massa.
 
Kendaraan pengangkut massa yang dimaksud adalah kereta atau yang dinamakan RapidKL. Korban sampai berjatuhan karena ribuan masyarakat yang mengantre saling dorong untuk segera masuk ke stasiun kereta.
 
Stadion Nasional Bukit Jalil yang dijadikan tempat seremoni memang ramai dipadati pengunjung. Berdasar pantauan Metrotvnews.com, stadion berkapasitas 87 ribu penonton itu bahkan nyaris penuh ketika acara berlangsung.


Klik: Pesta Kembang Api dan Konser Musik Menutup SEA Games 2017 Malaysia

 
Akses transportasi menuju Stadion Nasional sangat mudah karena tersedia Stasiun Bukit Jalil untuk dilalui kereta. Jadi, pengunjung tinggal berjalan kaki saja dari stasiun itu apabila ingin menuju stadion.
 
Pemerintah Malaysia sengaja mengaktifkan RapidKL hingga pukul 02.00 waktu setempat untuk melayani masyarakat yang ingin pulang setelah menyaksikan megahnya seremoni penutupan SEA Games 2017. Namun, itu malah menjadi bencana bagi para pengunjung yang ingin pulang dengan kereta karena acara baru selesai sekitar pukul 00.30 waktu setempat.


Klik: Update Medali SEA Games: Tak Berkutik di Posisi Lima, Indonesia Gagal Capai Target


Karena masa aktif kereta yang terbatas, para calon penumpang lantas saling berdesakan dan berhimpitan agar bisa cepat masuk ke stasiun. Mereka tidak berpikir panjang jika yang didesak adalah wanita atau anak-anak.

Salah satu wanita yang pingsan saat mengantre di stasiun Bukit Jalil. (Foto: MTVN/Kautsar)
 
Pihak medis dan keamanan stasiun langsung bertindak cepat setelah Metrotvnews.com menyaksikan tiga wanita pingsan dan tidak kuat mengantre. Barisan antrean langsung mereka tertibkan dan para calon penumpang pun bisa masuk satu persatu dengan lancar.
 

(KAU)