Mixed Martial Arts (MMA)

Upaya Mempopulerkan Olahraga Bela Diri Campuran

Krisna Octavianus    •    19 Juli 2017 07:54 WIB
bela diri
Upaya Mempopulerkan Olahraga Bela Diri Campuran
Founder Tatsujin MMA Indonesia Martijn De Jong (kiri) bersama legenda UFC MMA asal Brazil Royce Gracie (kanan) saat grand opening Tatsujin MMA Indonesia (Foto: istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Legenda Mixed Martial Arts (MMA), Royce Gracie menilai petarung Indonesia berpotensi untuk berbicara banyak di ajang olahraga bela diri campuran atau yang dikenal dengan sebutan MMA. Hal tersebut disampaikan pada saat membuka dojo Tatsujin MMA Indonesia dan ketika ia melaksanakan workshop kepada 26 peserta di Tatsujin MMA Indonesia yang berlangsung pada Senin 17 Juli.

Dengan semakin terkenalnya ajang Ultimate Fighting Championship (UFC), banyak juga orang Indonesia yang ingin terjun dalam cabang olahraga yang mengutamakan fisik ini.  

Sebelumnya pemilik sabun hitam dan7 tersebut telah menyaksikan beberapa petarung MMA lokal yang berlaga di One Pride dan menilai petarung asal Indonesia secara teknik tidak kalah dengan petarung luar. Hanya saja ia menekankan selama memiliki pelatih yang bagus maka otomatis para petarung tersebut bisa menjadi atlet yang bagus.

BACA: Vettel Anggap Manuver Verstappen Masih Liar

"Tidak ada istilah murid yang bodoh dalam artian apapun. Tapi saya percaya guru yang baik akan memberikan pengaruh kepada muridnya. Demikian juga di dunia MMA. Saya beruntung mendapat guru atau pelatih yang baik warisan dari kakek dan ayah saya. Mereka memberikan teladan buat saya dan menjadikan saya seperti ini lewat disiplin tinggi yang mereka ajarkan seperti mengingatkan saya untuk pola hidup yang sehat di antaranya makan makanan sehat, istirahat yang cukup dan memberikan teknik ilmu bela diri yang benar," kata Royce Gracie di hadapan para peserta workshop.

Dalam latihan selama kurang lebih dua jam, ia tidak segan-segan mempraktekkan teknik dasar yang baik berbagai gerakan MMA yang terkait, seperti tendangan, pukulan, dan juga teknik kuncian yang menjadi kombinasi gerakan olahraga bela diri campuran tersebut.

Sementara itu, pendiri Tatsujin MMA Indonesia, Martijn De Jong menjelaskan tujuan diadakannya workshop ini guna mempopulerkan olahraga bela diri campuran di Indonesia dan juga supaya mereka yang serius untuk menekuni olahraga ini baik sebagai atlet maupun pelatih. Semakin mempertajam teknik dan pengetahuan mereka dari sang legenda, Royce Gracie.

"Selain saya mengundang dia untuk grand opening Tatsujin MMA Indonesia, saya ingin olahraga ini semakin berkembang di sini. Seperti yang dia sampaikan bahwa petarung Indonesia sebenarnya memiliki potensi asal mendapatkan arahan yang baik dari pelatih profesional. Saya juga ingin mencetak atlet MMA lokal yang bisa berprestasi di dalam maupun luar negeri," ujar Martijn yang dulunya juga seorang atlet profesional MMA.
 
BACA: Liliyana Natsir Ditantang Bermain Sampai Olimpiade 2020

Datangnya Royce Gracie ke Indonesia sangat dinantikan oleh para peserta workshop, salah satunya Adri Kumara peserta asal Jakarta yang juga memiliki sasana MMA Phantom. Menurutnya kedatangan Gracie memberikan pelatihan di Jakarta sebuah hal yang sangat mahal untuk dilewatkan. 

"Pantas saja dunia mengakuinya sebagai salah satu legenda MMA. Selain gaya petarungnya yang khas, di usianya yang sekarang ini, dia masih mempunyai power dan teknik yang sempurna. Bahkan tadi ada gerakan saya yang salah tetapi Gracie langsung mengoreksinya dan memberikan pemahaman yang benar kepada setiap peserta yang ikut dalam workshop Tatsujin ini. Semoga dia bisa datang lagi tahun depan," ungkap Adri.

 


(KRS)