Pekan Olahraga Perempuan 2018 Lahirkan Juara Baru

Rendy Renuki H    •    20 November 2018 22:45 WIB
berita kemenpora
Pekan Olahraga Perempuan 2018 Lahirkan Juara Baru
Penutupan Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018 di GOR Otista, Jakarta TImur, Selasa 20 November (Istimewa)

Jakarta: Pekan Olahraga Pelajar (POP) 2018 resmi ditutup di GOR Otista, Jakarta Timur, Selasa 20 November. POP 2018 yang diprakarsai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Fataya NU, dan Kedubes Australia ini melahirkan para juara baru dari tiga cabang olahraga (cabor).

Juara satu cabor bola voli berhasil diraih Polda Semeru Jawa Timur, juara 1 bulutangkis dimenangkan Perwosi Tulungagung serta juara 1 hadang/gobag sodor sukes disabet Perwosi Kabupaten Sidoarjo.

Ajang ini dibuka di Semarang hingga berakhir di DKI Jakarta, setiap cabor diikuti enam peserta. Masing-masing jawara srikandi nasional berhak atas hadiah senilai Rp 40 juta.

Secara simbolis hadiah diberikan langsung oleh Ketua Umum PBNU, Said Aqil, Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini, dan Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta di GOR Otista, Jakarta Timur, Selasa (20/11/2018).

Prosesi penutupan POP 2018 ditandai dengan menabuh rebana sekaligus memeringati Perayaan Maulid Nabi.

"Dengan menyebut Al-hamdu lillahi rabbil 'alamin Pekan Olahraga Perempuan resmi berakhir," kata Said disambut riuh tepuk tangan.

Sementara Anggia Ermarini menyerukan bahwa perempuan Indonesia kini lebih familiar dengan dunia olahraga lewat Pekan Olahraga Perempuan.

"Kalau selama ini olahraga identik dengan lelaki, menurut saya itu wajar karena perempuan tidak banyak terlibat di sana. Tujuan kami adalah membudayakan olahraga, menjadikan olahraga sebagai life style, jadi bukan untuk mencetak atlet profesional," tutur Anggia.

Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mewakili Menpora Imam Nahrawi berharap kegiatan ini bisa konsisten terlaksana setiap tahunnya.

"Grand final ini sudah selesai. Ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang dirintis Fatayat. Pemerintah melalui Kemenpora mendukung agar masyarakat berbudaya hidup sehat," ujar Isnanta.

"Memang salah satu tugas Kemenpora adalah menyehatkan, membugarkan 250 juta lebih penduduk Indonesia. Saat ini statistik baru 30 persen. Berarti 70 persen masih belum bugar. Artinya masih ada yang berpotensi sakit."

 


(REN)