Asian Para Games 2018

David Jacobs, From Hero to Hero

M. Rizky Adhestian    •    09 Oktober 2018 18:24 WIB
Asian Para GamesBintang Arena Asian Para Games 2018
David Jacobs, From Hero to Hero
David Jacobs (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Ekspektasi tinggi sukses dijawab oleh atlet veteran putra cabang olahraga para tenis meja, David Jacobs. Ia meraih medali emas pada Asian Para Games 2018, Senin 9 Oktober.

Bukan perjalanan mudah bagi David meraih medali emas. Ia harus berjuang melewati tiga pertandingan untuk mencapai prestasi itu.

Laga pertama pada putaran perempat final, David diadang wakil Taiwan, Su Jin-Sian. Namun, atlet berusia 41 tahun tersebut tidak menemui kesulitan pada laga ini.

David mengalahkan Su lewat straight game (tiga game). Ia langsung melaju ke semifinal sekaligus mengamankan medali perunggu.

Akan tetapi, perunggu saja tidak membuat peraih medali emas ASEAN Para Games 2011 tersebut merasa puas. Ia meladeni perlawanan dari wakil Tiongkok, Kong Weijie, di semifinal.

Baca: Elsa Maris Persembahkan Emas Keenam untuk Indonesia

Melawan Kong, David kembali menang lewat staright game. Bahkan, skor yang dicatatkannya cukup telak yakni 11-7, 11-4, dan 11-2.

Puncak panggung kepahlawanan David tiba di babak final. Ia kembali ditantang wakil dari Tiongkok, Lian Hao.

Kali ini, butuh empat game bagi David memenangkan laga. Bahkan di laga penentu, ia dipaksa bermain alot hingga skor 17-15. Dengan mengalahkan Hao, David menjadi penyumbang emas pertama kontingen Indonesia dari cabor para tenis meja.

Lahir pada 21 Juni 1977, David memiliki fisik yang tidak normal secara fisik. Bagian tangan kanannya memiliki disabilitas fungsi atau tidak seperti orang-orang pada umumnya.

Kendati demikian, hal tersebut tidak menahan dirinya untuk menekuni cabor tenis meja yang dicintainya. Ia tetap percaya diri untuk bermain dengan anak-anak berkondisi fisik normal.

Sebelum terjun di dunia para tenis meja, David memulai kariernya di tenis meja pada umumnya. Ia memulai kariernya dengan bergabung di timnas pada 2000.

Baca: Hasil Pramusim NBA: Golden State Warriors Dipermalukan Tim Semenjana

Setelah sembilan tahun, David memutuskan untuk berhenti dari tenis meja. Didukung kolega-kolega dan kecintaannya pada tenis meja, ia pun melanjutkan karier di para tenis meja.

"Saya tahun 2000-2009 pernah jadi tim nasional Indonesia, tapi karena sudah banyak pemain muda setelah itu, saya memutuskan pensiun. Lalu, 2010 saya memutuskan untuk ikut di para tenis meja," kata David di Jakarta pada Selasa (9/10).

"Temen saya juga menyarankan saya fokus di para karena prestasinya bisa lebih bagus. Akhirnya saya ikuti, sampai akhirnya bisa berprestasi di Olimpiade (2012), ASEAN Para Games (2011) dapat emas, Asian Para Games Incheon (2014) juga dapat emas," lanjut dia.

Dari sekian prestasi yang ia raih sepanjang kariernya, momen kemenangan pada Asian Para Games 2018 menjadi yang paling berkesan.

"Buat saya sekarang momen ini (APG 2018) yang paling membanggakan, karena memang tampil di Indonesia, disaksikan keluarga, teman-teman dekat, jadi ini momen yang paling spesial buat saya," ujar David.


Video: Berburu Suvenir Asian Para Games 2018

 


(PAT)