Indikasi Suap di Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Rendy Renuki H    •    06 September 2017 09:18 WIB
olimpiade 2016
Indikasi Suap di Olimpiade Rio de Janeiro 2016
(AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS)

Metrotvnews.com, Rio de Janeiro: Investigator Brazil menyatakan ada indikasi suap di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang melibatkan Ketua Komite Olimpiade Brazil Carlos Arthur Nuzman. Politisi tersebut terlibat suap USD2 juta agar Rio de Janeiro terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2016 meski memiliki persyaratan buruk untuk menggelar pesta olahraga sejagat itu.

Polisi setempat menggeledah rumah Carlos Arthur Nuzman setelah jaksa menuduhnya berkonspirasi dengan mantan Gubernur negara bagian Sergio Cabral. Ia terlebih dahulu didakwa secara terpisah dalam kasus korupsi, untuk membeli Olimpide itu.

Pengacara Nuzman, Sergio Mazzillo mengatakan kliennya tidak bersalah. Olimpiade Rio de Janerio, yang merupakan Olimpiade pertama di Amerika Selatan, kini dirundung masalah kasus gratifikasi.

Dilansir Reuters, hampir setiap proyek infrastruktur yang terkait dengan Olimpiade di Brazil itu kini dalam penyelidikan. Jaksa menuduh bahwa perusahaan-perusahaan kontraktor utama telah menyuap para politisi dan pejabat lainnya untuk memenangi kontrak bernilai jutaan dolar.

(Baca: Temui Menpan-RB, Menpora Realisasi Bonus PNS Peraih Emas SEA Games)


Jaksa Fabiana Schneider mengatakan dalam konferensi pers Selasa bahwa hal yang menyolok terkait kemenangan Rio de Janeiro adalah bahwa kota itu menang meskipun sebagai kandidat terburuk dibanding kandidat lainnya saat pemilihan di IOC delapan tahun lalu.

"Olimpiade digunakan sebagai "trampolin" besar untuk korupsi," kata Schneider seraya menambahkan bahwa miliaran dolar dibelanjakan untuk proyek-proyek konstruksi.

Sebagian besar proyek infrastruktur itu dikerjakan oleh perusahaan yang kini dalam penyelidikan polisi. Perusahaan-perusahaan itu mengakui telah membayar uang suap dalam jumlah besar kepada politisi  dan mantan pejabat di perusahaan pemerintah agar dapat memenangi kontrak.

Masih terkait penyelidikan, seorang hakim federal memerintahkan penyitaan paspor Nuzman, yang diduga menyuap Lamine Diack, mantan ketua federasi atletik dunia (IAAF) untuk memberi suara dalam pemilihan tuan rumah Olimpade 2016.

Polisi Brazil dalam penyelidikan yang dimulai sebulan bulan lalu bekerja sama dengan pihak berwenang Prancis. Di Paris, jaksa mengatakan hasil penyelidikan mengungkapkan ada skema korupsi yang mengarah kepada Papa Massata Diack, anak dari Lamine Diack, yang pernah menjadi anggota IOC dan kini ditahan di Paris.

Papa Massata Diack, kepada Reuters di Senegal, mengatakan bahwa ia siap untuk membuktikan dirinya tidak bersalah kepada investigator Prancis jika datang ke negara Afrika Barat itu.

"Mereka tidak punya bukti. Mereka hanya ingin membenarkan mengapa mereka menahan ayah saya di Paris," katanya.

Rio de Janeiro memenangi hak sebagai tuan rumah Olimpiade 2016 melalui pemilihan di Kopenhagen pada 2009, setelah kota wisata di Brazil itu mengalahkan Chicago, Tokyo dan Madrid. Rio kalah dalam pemungutan suara putaran pertama dari Madrid, namun bangkit pada putaran ketiga dengan keunggulan 66-32 suara.

Jaksa menuduh adanya persekongkolan yang dipimpin Cabral untuk menyuap Lamine Diack sebesar USD2 juta agar mempengaruhi anggota IOC lainnya dari Afrika memberikan suaranya untuk Rio de Janeiro.

Surat kabar Prancis Le Monde pertama kali melaporkan Maret lalu mengenai adanya pembayaran kepada keluarga Diack tiga hari sebelum voting IOC untuk memilih tuan rumah Olimpiade 2016.

Setelah pemberitaan itu, IOC mengatakan telah memulai investigasi atas dugaan-dugaan itu, sementara jurubicara Olimpiade Rio 2016 Mario Andrada menegaskan bahwa voting pada 2009 itu bersih. (Ant)

Video: Butet: Kesejahteraan Atlet akan Diikuti Regenerasi yang Baik
 


(REN)