PON 2016 Cabang Judo

Kontingen Judo DKI Mengundurkan Diri di Laga Terakhir

Rendy Renuki H    •    19 September 2016 16:30 WIB
pon 2016
Kontingen Judo DKI Mengundurkan Diri di Laga Terakhir
Kontingen judo DKI Jakarta nomor beregu putra PON XIX Jawa Barat meninggalkan arena bertanding sebagai aksi boikot saat akan bertanding dengan kontingen Banten di GOR Saparua, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Senin (19/9). (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Bandung: Kontingen judo DKI Jakarta memilih mengundurkan diri dari PON XIX/2016 Jawa Barat. Tim judo DKI mundur pada hari terakhir yang mempertandingkan nomor beregu putra dan putri di GOR Saparua, Bandung, Senin 19 September.

Pelatih tim judo DKI Jakarta Djamiat Kamal menjelaskan alasan pengunduran timnya karena pertandingan judo PON 2016 tidak berjalan secara sportif. Ia pun menilai keputusan panitia sangat memberikan keuntungan bagi tim tuan rumah, yakni Jawa Barat.

"Banyak keputusan wasit yang sangat merugikan tim daerah lain, tapi justru sebaliknya pihak tuan rumah yang diuntungkan. Salah satu contoh di nomor kata, seharusnya di nomor seni itu kami minimal dapat satu emas, tapi nyatanya lepas," jelasnya, dilansir Antara di arena pertandingan.

(Baca: Lindswell dan Juwita Sumbang Emas untuk Sumatera Utara)

Djamiat mengaku kecewa dan sangat menyesalkan ajang besar sekelas PON harus dicederai oleh tindakan yang kurang sportif dan melupakan tujuan olahraga sesungguhnya.

"Bayangkan, kami telah melakukan persiapan selama empat tahun, dengan biaya yang tidak sedikit dan toh pada akhirnya menerima fakta yang tidak baik. Jujur kalau pandangan saya mendingan menjadi juara yang sejati dibandingkan hanya akal-akalan," katanya.

(Baca: Taklukkan Papua, Tim Hoki Putri DKI Jakarta Rebut Medali Emas)

Senada dengan pelatih, pejudo DKI Jakarta Gregory Ignatiao pun berujar buat apa terpasangan tulisan junjung tinggi sportivas di arena pertandingan, jika faktanya pertandingan sendiri tidak berjalan dengan sportif.

"Dibilang kecewa tentu kami para atlet kecewa, utamanya saya yang merasa menjadi korban ketika turun di kelas bebas," jelasnya.

Sementara itu, delegasi teknis Judo PON XIX 2016 Hendri Yuzano mengatakan panita pertandingan sudah berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin. Protes yang disampaikan oleh peserta atau kontingen seharusnya juga dilandasi aturan dan prosedur pertandingan.

Karena penyelenggara juga memberikan kesempatan peserta dan kontingen melayangkan protes sebelum hasil pertandingan diumumkan.

"Seperti tim Jatim melayangkan protes ketika pertandingan sudah berakhir, besoknya baru protes dan meminta rekaman pertandingan, padahal hasil kejuaraan sudah diumumkan," jelasnya. (ANT)

Video: Final Wushu Nomor Taolu Taijijian Digelar Hari Ini
 


(ACF)

Ukir Sejarah, Papua Raih Medali Emas Tenis Lapangan
PON 2016 Cabang Tenis Lapangan

Ukir Sejarah, Papua Raih Medali Emas Tenis Lapangan

1 hour Ago

Torehan sejarah itu dipersembahkan pasangan gado-gado Esmid M. Rasyid Ridho/Septiana Nurzahiroh…

BERITA LAINNYA