Soekarwo: Kalau Wasit Adil, Kontingen Jatim Bisa Juara Umum PON 2016

Amaluddin    •    09 September 2016 08:57 WIB
pon 2016
Soekarwo: Kalau Wasit Adil, Kontingen Jatim Bisa Juara Umum PON 2016
Gubernur Jatim, Soekarwo. (Kedua dari kiri). (Foto: Ant/Moch Asim)

Metrotvnews.com, Surabaya: Komandan Kontingen Provinsi Jawa Timur untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX, Gubernur Soekarwo, optimistis Jatim akan menjadi juara umum. Asalkan, wasit benar-benar fair play dan tidak 'masuk angin' (sogok).

"Untuk itu, mari kita semua berdoa agar wasit benar-benar fair play. Bila ada wasit atau oknum yang berniat curang, kita doakan mereka agar lupa ingatan di arena PON, sehingga PON berjalan dengan sportif," kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di sela pelepasan Kontingen PON Jatim di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (8/9/2016).

Kata Pakde Karwo, jika wasit dan penyogok lupa ingatan, maka atlet Jatim bakal meraih juara umum. Sebab, kata dia, jika kompetisi berjalan secara sehat dan fair play, kontingen Jatim berpeluang juara. "Saya yakin, saya optimistis kontingen PON Jatim mampu meraih hasil maksimal kalau PON berlangsung adil," jelasnya.

Baca: Menpora Tinjau Langsung Kesiapan Pelaksanaan Haornas 2016

Menurutnya, Jatim merupakan gudang atlet-atlet berprestasi yang mampu bertanding secara fair play. Sejak 3 tahun lalu, atlet Jatim proyeksi PON sudah dimasukkan dalam program Pusat Latihan Daerah (Puslatda). Mereka tidak hanya digembleng dari segi fisik, namun juga ditempa dari segi mental atau psikologi.

Dalam menjalankan program Puslatda 100/III, KONI Jawa Timur menggandeng sejumlah instansi. Di antaranya Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan RSUD dr Soetomo. Bahkan, konsultan olahraga dari Australia Barat turut didatangkan.

Baca: Jabar Klaim Masalah Sengketa Atlet Tuntas

“Kesehatan diurus, gizi diurus, psikologi diurus. Kalau masih ada yang kurang, mungkin atletnya kurang tidur. Bukan fisiknya yang tidak bagus, tapi kurang disiplin,” tutur pakde Karwo, sapaan akrabnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh masyarakat Jatim, sudah menantikan prestasi para atlet. Harapan itu wajar, karena rakyat sudah menyumbang pajak. “Kita berangkat dari Jatim sebagai pemenang. Kalau sampai gagal, berarti kurang disiplin. Mari kita rebut juara umum yang sebelumnya pernah kita raih," tutur pakde Karwo.

 


(ASM)