Indonesia Boleh Kelola Langsung Dana Penyiaran Asian Games

Kautsar Halim    •    31 Agustus 2016 19:08 WIB
asian games 2018
Indonesia Boleh Kelola Langsung Dana Penyiaran Asian Games
Menpora Imam Nahrawi (kiri) didampingi Deputi IV Kemenpora Gatot S Dewa Broto. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASCOG) diperbolehkan mengolah langsung dana penyiaran yang akan dikucurkan pemerintah Indonesia. Kabarnya, Indonesia bakal mengeluarkan dana sekitar USD30 juta atau sekitar Rp420 miliar agar multi event terbesar se-Asia itu bisa disiarkan dengan baik ke seluruh dunia.

Seperti dijelaskan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto, besaran dana tersebut nantinya akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA). Setelah itu, baru giliran INASCOG yang berhak menggunakannya.

"Dalam pembahasan bersama perwakilan OCA pada 28 Agustus, kami mendapatkan kesepakatan dana penyiaran itu tetap harus dikirimkan ke OCA karena sesuai persyaratan dalam Kontrak Tuan Rumah. Tapi, INASCOG dapat langsung memakai dana itu untuk persiapan penyiaran Asian Games," kata Gatot  lewat pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (31/8/2016).

Kesepakatan INASCOG dan OCA tentang penggunaan dana penyiaran Asian Games 2018 sempat tercetus dalam Rapat Persiapan Penyelenggaraan Asian Games 2018 yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Selain wakil Kemenpora, pertemuan itu dihadiri juga oleh perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), Kementerian Dalam Negeri, Badan Ekonomi Kreatif, serta perwakilan empat pemerintah daerah terkait.

Mengingat besarnya dana penyiaran yang diminta, Menpora Imam Nahrawi sempat mengirim surat kepada OCA agar mengurangi jumlah tersebut. Akhirnya, melalui surat balasan OCA yang diterima pada 30 Juni, jumlah itu disebutkan bisa saja dikurangi asalkan kualitas penyiarannya bisa lebih baik atau minimal setara dengan ajang Asian Games 2014 Incheon.

Gatot yang juga Juru Bicara Kemenpora mengatakan, kesepakatan pengggunaan dana penyiaraan Asian Games 2018 baru tercapai setelah INASCOG dapat meyakinkan OCA tentang kemampuan sumber daya manusia, fasilitas, dan infrastruktur yang dimiliki Indonesia untuk menyiarkan Asian Games ke seluruh dunia.

"Dalam rapat di Menko PMK, INASCOG menyampaikan keterbatasan anggaran yang tersedia sehingga mempengaruhi kualitas dan frekuensi penyelesaian sejumlah persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. Menko PMK Puan Maharani akhirnya meminta INASCOG untuk kreatif dan tertantang mencari sumber-sumber pendanaan yang lain dari sponsor-sponsor perusahaan swasta," jelas Gatot yang juga Juru Bicara Kemenpora tersebut.

Selain membahas anggaran penyiaran, rapat itu juga membicarakan langkah INASCOG terkait rekrutmen relawan hingga koordinasi lintas lembaga. Selain itu, sebagian besar perwakilan yang hadir juga meminta agar sosialisasi logo dan maskot baru Asian Games 2018 bisa dipercepat.

Di sisi lain, Kemenpupera juga sempat melaporkan perkembangan pembangunan wisma atlet di Kemayoran dan di Jakabaring. Penjelasan mereka itu juga tak lepas dari progres renovasi sejumlah gelanggang olahraga di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Laporan Kemenpupera itu penting karena membuat INASCOG lebih mudah meyakinkan OCA tentang renovasi gelanggang dalam pertemuan koordinasi dengan OCA pada 2 Oktober 2016," tutup Gatot. (ANT)

 


(ACF)

Tim Terjun Payung Lampung Rebut Tiga Emas

Tim Terjun Payung Lampung Rebut Tiga Emas

58 minutes Ago

Lampung mendominasi cabang olahraga terjun payung dengan merebut tiga medali emas. Mengungguli …

BERITA LAINNYA