Atlet Peraih Dua Perunggu Asian Games Diarak Keliling Tegal

Kuntoro Tayubi    •    07 September 2018 18:57 WIB
asian games 2018
Atlet Peraih Dua Perunggu Asian Games Diarak Keliling Tegal
Prima Simpatiaji, atlet soft tennis asal Tegal menunjukan dua medali perunggu cabor soft tennis yang diperolehnya di Asian Games 2018. (Foto: medcom.id/Kuntoro Tayubi)

Tegal: Puluhan masyarakat dari berbagai elemen tampak memadati Stasiun Kereta Api (KA) Kota Tegal. Jawa Tengah. Mereka menyambut kedatangan atlet andalan Tegal yakni Prima Simpatiaji. 

Pria yang berpostur tubuh sekitar 180 sentimeter ini merupakan atlet soft tennis. Dia bersama timnya mewakili Indonesia untuk berlaga di Asian Games 2018 yang dipusatkan di Palembang. Dalam perhelatan itu, Prima berhasil membawa dua medali perunggu. Medali dari kelas tunggal putra dan beregu putra.   

Kedatangan atlet ini, sudah dinanti-nanti oleh masyarakat Tegal. Masyarakat bahkan rela berpanas-panasan di depan Stasiun Tegal untuk menyambut pria berusia 37 tahun itu. Sekitar pukul 11:00, Prima akhirnya sampai di Stasiun Tegal. Masyarakat sudah tidak tahan lagi untuk menyalami atlet tersebut. 

Mereka juga berebut meminta foto bersama. Setelah foto dan berjabat tangan, Prima kemudian diarak keliling Tegal hingga menuju kediamannya di Jalan Pala Barat 3C/1216 Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Di kediamannya, Prima yang sebelumnya merupakan atlet tennis lapangan itu, juga disambut masyarakat sekitar. 

"Perjuangan untuk mendapatkan dua medali perunggu ini, tidak mudah. Lawannya berat-berat. Terutama dari Korea, Jepang dan Taipai," kata Prima, saat menggelar konfrensi pers di halaman rumahnya. 

Di kelas beregu, Prima yang berpasangan dengan Irfandi Hendrawan harus mengakui keunggulan tim Korea. Prima juga harus puas untuk kelas tunggal putra yang hanya memperoleh perunggu. Namun, dia sudah berupaya maksimal untuk bisa mencapai target di cabang olahraga (cabor) soft tennis. 

Baca: Besok, Masa Depan Kimi Raikkonen Diputuskan


"Cabor soft tennis ditargetkan 1 emas 3 perunggu. Target itu meleset hanya mendapatkan 1 perak dan 2 perunggu. Untuk kelas beregu putra memang targetnya perunggu," terangnya. 

Prima mengakui keunggulan lawan-lawannya dari Jepang dan Korea. Pihaknya telah berupaya maksimal. Semangat Prima dan kawan-kawan juga akan kembali diuji dalam Indonesia Open di Bali pada Desember 2018. Selain itu, persiapan untuk SEA Games 2019 di Filipina jika soft tennis dipertandingkan. 

"Pada SEA Games 2011 di Palembang, saya mendapatkan tiga emas," pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Atlet Balap Kursi Roda Fokus Asah Kecepatan dan Daya Tahan


(ASM)