Kasus Doping Atlet

Tak Sengaja Tersandung Doping, Peraih Medali Emas PON 2016 Pasrah

Media Indonesia    •    15 Februari 2017 15:08 WIB
pon 2016
Tak Sengaja Tersandung Doping, Peraih Medali Emas PON 2016 Pasrah
Momen saat pertandingan cabor menembak di PON XIX 2016 Bandung, Jawa Barat (Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Atlet tembak asal Riau, Safrin Sihombing, tidak bisa menutupi kesedihannya. Peraih emas cabang menembak pada Pekan Olahraga Nasional XIX Jawa Barat 2016 itu tampak sedih saat dirinya menjalani sidang dengar pendapat di hadapan Dewan Disiplin Antidoping, Senin (13/2) lalu.

Dengan didampingi sang istri, Ramona, dan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Riau, Ruswaldi Munir, Safrin mengatakan dirinya tidak tahu terdapat kandungan zat antidoping pada sampel A urinenya.

Ia sama sekali tidak merasa menggunakan zat penambah stamina tersebut. Safrin memang mengaku menggunakan obat propranolol yang diberikan istrinya. Ia mengonsumsi obat tersebut selama delapan hari sejak 11-18 September 2016 menjelang PON untuk meringankan efek sakit sinusitis yang diderita.

Satu-satunya kesalahan dia tidak memberitahukan obat tersebut ke Konida Riau.
 

Baca: Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia Borong Medali di Iran


"Saya pernah menjalani operasi sinusitis dan penyakit tersebut sempat kambuh sebelum saya berangkat ke Bandung. Akibat sakit sinusitis, saya merasakan pusing sehingga tidak bisa berjalan jika dalam keadaan dingin," tutur Safrin dalam sidang.

Senada dengan Safrin, Ramona pun mengatakan tidak tahu obat yang diberikan kepada suaminya merupakan zat terlarang. Menurutnya, obat yang dibelinya di apotek tersebut merupakan saran dari salah satu pengunjung.

Kepada Dewan Disiplin, Ramona mengatakan Safrin tidak pernah tahu perihal obat yang ia minum. Kini Safrin hanya bisa pasrah dengan hasil sidang dan tidak berniat mengajukan banding.
 

Baca juga: Karate Usung Target Dua Emas di SEA Games


"Kalau saya sengaja menggunakan doping harusnya saya bisa meraih hasil lebih bagus di PON dengan memecahkan rekor PON saya dengan skor 5,80 dan rekornas 5,83. Ini performa saya justru menurun meskipun dapat emas saya hanya menorehkan skor 5,75," katanya.

Pengurus KONI Riau, Ruswaldi, pun mengatakan pihaknya selalu memberikan edukasi obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi atlet. Bahkan, obat-obatan yang diberikan di Sport Science Clinic merupakan obat yang terbebas dari doping. 

Berdasarkan hasil uji sampel A yang dikeluarkan National Dope Testing Laboratory (NDTL) New Delhi, India, Safrin terbukti menggunakan obat propranolol. Obat tersebut termasuk dalam betablocker yang berfungsi menangani tekanan darah tinggi, detak jantung tidak teratur, gemetar (tremor), dan kondisi lainnya.

Video: ?David/Sunu Lolos ke Babak Kedua Combiphar Tennis Open 2017
 


(ACF)