Mengenal Empat Etape di Tour de Banyuwangi-Ijen 2017

Tri Kurniawan    •    26 September 2017 15:32 WIB
itdbi banyuwangi
Mengenal Empat Etape di Tour de Banyuwangi-Ijen 2017
Logo Tour de Banyuwangi-Ijen 2017

Metrotvnews.com, Banyuwangi: International Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI), kompetisi balap sepeda kategori 2.2, dilaksanakan pada Rabu 27 September hingga Sabtu 30 September. Pembalap dari 29 negara akan bertarung di empat etape dengan total lintasan sejauh 533 kilometer.

Event balap sepeda yang sudah masuk agenda rutin Persatuan Balap Sepeda Internasional ini berbeda dari kompetisi balap sepeda lainnya. ITdBI memadukan olahraga dengan pariwisata. Pembalap bisa beradu pancal sambil menyaksikan kebudayaan dan pemandangan alam di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, garis start setiap etape berbeda-beda. Etape 1, start dari Pasar Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo; etape 2 dari Dusun Kakao, Kecamatan Glenmore; etape 3 diawali dari Pelabuhan Ikan Muncar; dan etape 4 di Pondok Pesantren Blokagung, Kecamatan Tegalsari.


Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Foto: dok Pemkab Banyuwangi

Menurut Anas, lokasi start merupakan ikonik Banyuwangi. "Lokasi finish tiga etape dipusatkan di kantor Pemkab Banyuwangi, kecuali etape tiga di Paltuding, Gunung Ijen," kata Anas di Banyuwangi, Senin 25 September 2017.     

Chairman ITdBI Guntur Priambodo menjelaskan, etape 1, pembalap akan menempuh lintasan sejauh 137,7 kilometer di wilayah paling utara Banyuwangi. Di lintasan ini, pembalap menyuri jalan di pinggir pantai, melewati perkotaan, persawahan, dan perkebunan yang sejuk.

Dia mengatakan, etape 1 menjadi pemanasan bagi para pembalap, karena lintasan tidak terlalu sulit. Hanya ada satu tanjakan yang lumayan menantang di daerah Pakel, Kecamatan Licin.

"Tapi di situ pemandangannya sangat indah, pembalap pasti akan terkesan,” kata Guntur.

Klik: Tour de Banyuwangi-Ijen Diikuti Pembalap Terbaik

Etape 2 sejauh 180,9 kilometer, rute terpanjang di ITdBI 2017. Para rider akan memulai garis start dari Dusun Kakao, wilayah selatan Banyuwangi. Kalau di etape 1 pembalap akan melalui pantai, di etape 2 pembalap akan melewati jalan di pinggir sungai dan persawahan di kaki Gunung Raung.

“Di lintasan terpanjang ini para tim pembalap harus mulai mengatur strategi agar tidak hanya bisa menang tapi juga menjaga stamina pembalap agar tidak kehabisan tenaga,” cetus Guntur.

Sebab di etape ketiga, pembalap akan menghadapi lintasan menanjak dengan jarak 116,3 kilometer. Berangkat dari Pelabuhan Ikan Muncar dengan latar belakang perahu nelayan, pembalap akan finish di kaki Gunung Ijen yang berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut.


Peta etape 3 Tour de Banyuwangi-Ijen


Tanjakan menuju Gunung Ijen salah satu yang terekstrem di Asia karena ketinggiannya melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Di lereng menjelang kaki Gunung Ijen, pembalap harus melewati kemiringan 45 derajat.

“Etape ketiga ini akan menjadi babak yang menentukan. Biasanya, kalau selisih poin jawara di etape satu dan dua tipis, dipastikan jawara di etape tiga keluar sebagai pemenang," terang Guntur.

Di etape terakhir, pembalap bisa sedikit mengendorkan otot karena jarak tempuh hanya 98,1 kilometer dengan lintasan cenderung datar. Penyelenggara mengambil garis start etape 4 di pesantren karena ingin menunjukkan nilai-nilai toleransi kepada dunia.

 “Kami ingin warga pesantren yang menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Banyuwangi ikut terlibat dan merasakan langsung event internasional. Pastinya akan memberi pengalaman unik bagi para pembalap,” papar Guntur.

 


(TRK)