SEA Games 2017: Balap Sepeda

Sepeda Atlet untuk SEA Games Masih Tertahan di Bea Cukai, Ketua ISSI Bakal Lapor Presiden

Rendy Renuki H    •    29 Agustus 2017 15:52 WIB
sea games 2017
Sepeda Atlet untuk SEA Games Masih Tertahan di Bea Cukai, Ketua ISSI Bakal Lapor Presiden
Atlet balap sepeda Indonesia Heksa Pria Prasetya (kanan) saat tampil di SEA Games 2017, Malaysia (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari mengatakan dirinya akan melaporkan soal keterlambatan kedatangan sepeda nomor track yang tertahan di bea dan cukai Indonesia kepada Presiden Joko Widodo. 

Pasalnya, tidak adanya sepeda itu membuat atlet tidak mampu maksimal di perlombaan. Seperti halnya yang dialami para atlet yang turun di nomor track SEA Games 2017 Malaysia. 

Para atlet Indonesia berlomba menggunakan sepeda merk lokal yang biasa dipakai untuk latihan. Sepeda baru yang kabarnya sudah dipesan sejak April 2017 oleh Satlak Prima itu disebut memiliki teknologi yang lebih dari sisi kekuatan, kecepatan dan responsif yang bagus serta geometri dan bahannya yang sesuai standar internasional. Sayang, sepeda itu tak kunjung datang kepada atlet hingga jelang perlombaan.
 

Baca: Taklukkan Pesilat Vietnam, Wewey Wita Sumbang Medali Emas


"Apresiasi yang luar biasa kepada para atlet track kita, karena mereka baru pertama kali balap di track velodrome yang sesungguhnya. Bahkan sepedanya pun masih pakai sepeda sembarangan karena sepeda yang sebenarnya masih tertahan di bea cukai," kata Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), Selasa (29/8/2017). 

Kondisi keterlambatan peralatan ini sangat disayangkan Okto. Pasalnya, dukungan pemerintah ini disebutnya sangat berpengaruh pada prestasi atlet yang mengikuti setiap kejuaraan dengan membawa nama Indonesia. 

Okto yakin, jika para atlet dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan pembalap dari negara lain, prestasinya bisa lebih baik lagi. 

"Harusnya regulasi bisa dikasih kelonggaran untuk perlengkapan atlet, terutama dalam mekanisme impor peralatan. Sedih rasanya melihat perjuangan dengan kemampuan atlet kita yang luar biasa tapi tidak setara dengan kelengkapannya. Dan dan ternyata tertahan di negeri sendiri," pintanya. 
 

Baca juga: Jonatan Christie Sumbang Emas untuk Indonesia


"Sepulangnya dari SEA Games saya akan minta waktu untuk bertemu dengan Presiden untuk melaporkan ini dan minta kemudahan untuk mekanisme impor barang atlet. Apalagi kita mau jadi tuan rumah Asian Games 2018," tutupnya. 

Masih bagus, tim balap sepeda mampu memperbaiki raihan di SEA Games 2015 Singapura di mana saat itu mereka hanya meraih satu emas. 

Total, balap sepeda sudah menyumbangkan dua medali emas, satu perak dan empat perunggu di Malaysia. Emas berasal dari disiplin BMX putra dan putri, satu perak dari nomor tim sprint putri disiplin track dan tiga empat perunggu dari tim sprint putri, individual sprint putri, nomor omnium putra dan tim time trial putra.

Video: ?SEA Games 2017: Cabor Taekwondo Sumbang Emas ke-32 untuk Indonesia
 


(ACF)