Gempa dan Tsuanmi di Palu

Dua Atlet Paralayang Ditemukan Meninggal Dunia, Lima Atlet Masih Dicari

Alfa Mandalika    •    02 Oktober 2018 14:26 WIB
olahragagempa bumi
Dua Atlet Paralayang Ditemukan Meninggal Dunia, Lima Atlet Masih Dicari
Suasana Kota Palu usai mengalami gempa bumi. (Foto: AFP/Jewel Samad)

Palu: Dua atlet Paralayang Indonesia ditemukan meninggal dunia lantaran gempa bumi dan tsunami yang meluluhalantakkan kota Palu, Sulawesi Tengah. Dua atlet itu ialah Glenn Mononutu dan Petra Mandagi yang merupakan atlet asal Sulawesi Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua jenazah sudah diterbangkan kembali ke Sulawesi Utara, Manado.

"Iya, sudah ditemukan di kamar Hotel Roa-Roa nomor 307, Glenn dan Petra. Glenn dikenali melalui tanda pengenal, dan Petra diketahui dari cincinnya karena ada nama istrinya. Petra dan Glenn ditemukan kemarin siang," ujar Humas PB Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Tagor Siagian kepada medcom.id via sambungan telepon, Selasa 2 Oktober 2018.

Saat ini, kata Tagor, masih ada lima atlet paralayang lagi yang belum ditemukan. Salah satunya adalah atlet Korea Selatan.

Baca: Atlet Paralayang Peraih Emas Asian Games Selamat dari Gempa Palu


"Jadi, masih lima yang dicari termasuk dari Korea. Waktu itu kan tujuh yang belum ditemukan, kemarin ketemu dua dan meninggal dunia, jadi sekarang tinggal mencari lima lagi, masih dicari. Kabarnya, alat berat baru datang untuk membongkar Roa-Roa dan harus pelan-pelan," sambungnya.

Lebih jauh, Tagor menjelaskan perihal keberadaan sejumlah atlet paralayang di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Menurutnya, ada perhelatan Kejuaraan Terbuka Lintas Alam  Paralayang Nomoni. Ajang itu sekaligus sebagai persiapan untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Pra Piala Dunia Lintas Alam Paralayang.

"Mereka lagi kejuaraan terbuka Lintas Alam Paralayang Nomoni, Nomoni itu nama teluknya yang di depan Palu. Itu persiapan untuk tahun depan mau jadi tuan rumah Pra Piala Dunia Lintas Alam Paralayang, karena itu kan lokasi baru, kita uji coba, layak apa tidak untuk menggelar kejuaraan internasional," kata Tagor.

"Lokasi di Bukit Valena, Teluk Nomoni, Palu, Sulawesi Tengah untuk persiapan Pra Piala Dunia tahun depan. Paralayang Sulawesi Tengah mengajukan diri, makanya ada pengawas dari FAI (Federation Aeronautique Internationale) untuk memastikan layak atau tidak, khawatirnya karena faktor alam ini, itu jadi kendala karena pesertanya jadi takut," jelas Tagor. 

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas


(ASM)