PON 2016 Jawa Barat

KONI DKI Jakarta Bakal Protes PB PON

Roni Kurniawan    •    23 September 2016 08:56 WIB
pon 2016
KONI DKI Jakarta Bakal Protes PB PON
Ketua KONI DKI, Raja Sapta Ervian. (Foto: Mtvn/ Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat membuat kontingen DKI Jakarta sangat kesal. Mulai dari kepemimpinan wasit, jadwal pertandingan hingga perlakukan pendukung tuan rumah yang merugikan para atlet serta ofisial dirasakan oleh kontingen asal oleh tim Ibu Kota. 

Hampir seluruh cabang olahraga yang diikuti DKI Jakarta mengalami permasalahan serupa. Di antaranya ialah cabang olahraga voli indoor, sepatu roda, wushu, baseball, karate, hoki indoor maupun outdoor, pencak silat, squash, kempo, taekwondo, pacu kuda dan yang terakhir ramai renang indah.

Mereka mengklaim telah dirugikan tuan rumah sebagai penyelenggara dengan berbagai permasalahan yang dialaminya. Para manajer setiap cabor pun meluapkan kekecewaan itu didepan Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Raja Sapta Ervian dalam rapat terbuka yang digelar di Hotel Patra Jasa, Ir H Juanda Bandung, Kamis 22 September. 

Baca: Tundukkan DKI Jakarta, Jateng Melangkah ke Final Beregu Bulu Tangkis


Mendapati curhatan dari para manajer setiap cabor, pria yang akrab disapa Eyi ini belum bisa memberikan sikap terkait keluhan yang dialami dari masing-masing cabang olahraga andalannya. 

"Kami masih mengkaji dalam segala kemungkinan termasuk tindakan apa yang akan kami lakukan. Yang jelas ini olahraga, menang kalah biasa yang penting sportif," kata Eyi usai mendengar curhatan dari para manajer setiap cabor.

Akan tetapi, Eyi tak memungkiri keluhan yang diterima cukup membuatnya kesal lantaran para cabang olahraga andalannya ini tidak diperlakukan secara adil.
 

Baca: KONI: Penyelenggaraan PON XIX Jawa Barat Sukses


Terutama, saat salah satu atletnya Adelia Amanda Nirwala yang berlaga di nomor solo technical routine putri di cabang olahraga renang indah tidak bisa terlibat di pertandingan.

Alasannya karena atlet tersebut sudah berusia 28 tahun dan tidak sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan dalam technical hand book (THB) agar para atlet yang terlibat maksimal berusia 26 tahun. Alhasil, DKI pun dengan terpaksa melakukan walk out (WO) untuk tidak mengikuti nomor tersebut.

"Yang jadi korban kan atletnya. Karena persiapan ini bukan hanya satu atau dua hari saja, tapi bertahun-tahun. Atlet ini kan dipersiapkan juga untuk level internasional bahkan dunia. Kalau misalkan dikecewakan akan terganggu secara mental," urainya.

‎Status Adelia sendiri, kata dia, sebetulnya sudah disahkan lantaran terlibat dalam Pra PON. Bahkan beberapa surat dari PB PON hingga KONI Pusat untuk bisa mengikutsertakan Adelia juga didapatkan.

"Dalam aturan internasional tidak ada pembatasan usia, ini ko diatur-atur. Komisi Keabsahan juga tidak mempermasalahkannya," kesalnya.

Untuk itu, pihaknya akan melayangkan protes keras ke PB PON maupun KONI pusat, bahkan akan memberikan permasalahan ini ke pemerintah‎ pusat. "Jadi jangan sampai adik kita diperlakukan semena-mena. Ini harus diproses sesuai dengan aturan," tutur mantan ketua HMI ini.

Video: Kontingen DKI Dominasi Perolehan Medali Cabor Atletik




(ASM)