Jelang Asian Games 2018

Palembang kembali Umbar Kesiapan

Media Indonesia    •    08 Maret 2017 13:29 WIB
asian games 2018
Palembang kembali Umbar Kesiapan
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin (Tengah) meninjau kesiapan venue Asian Games 2018. (Foto: Ant/Nova Wahyudi)

Metrotvnews.com, Palembang: Dengan waktu yang hanya sekitar 16 bulan lagi, kerja sama semua lembaga di Indonesia memang sangat penting demi melancarkan persiapan Asian Games 2018.

Sumatera Selatan kembali menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama dengan DKI Jakarta. Gubernur Sumsel Alex Nurdin bahkan sesumbar pembangunan semua arena di Palembang bakal selesai sebelum multiajang itu dimulai.

Menurut Alex, saat ini sejumlah arena masih dalam tahap pengerjaan dan sedang diupayakan dipercepat penyelesaiannya, terutama arena yang pembiayaannya berasal dari pemerintah pusat, yakni menembak dan dayung.

"Ditargetkan selesai pada September dan Desember 2017. Sementara untuk arena boling dan convention hall ditargetkan selesai pada 2018," tegas Alex di Palembang, kemarin.

Untuk pembangunan arena dayung, kata Alex, Sumsel mendapat dana dari Ditjen Cipta Karya pusat sebesar Rp155 miliar yang terdiri atas Rp41 miliar pada 2016 dan Rp114 miliar dikucurkan pada 2017. Dana itu digunakan untuk pembangunan tribune, rumah dayung, menara start, menara kontrol, menara finis, dan sejumlah bangunan penunjang lainnya.

"Untuk renovasi venue menembak sebesar Rp82 miliar. Ini akan dibangun dari fasilitas skeet and trap. Juga peningkatan final hall, perpanjangan range sejauh 10 meter, 25 meter, dan 50 meter," jelasnya.

Selama ini, lanjut dia, kendala utama dalam proses pembangunan itu karena sebagian besar tanah di Jakabaring berupa rawa. Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh. Kendala lainnya ialah permasalahan pembebasan lahan yang belum tuntas.

Baca: Kilas Balik All England 1979, Indonesia Nyaris Sapu Bersih Gelar


"Semua kendala tersebut tidak menghalangi pengerjaan. Kita juga akan melakukan renovasi untuk venue voli pantai, sepak takraw, panjat tebing, dan tenis yang akan diselesaikan setelah proses tender selesai," jelasnya. Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Kehormatan OCA, Wei Jizhong mengapresiasi perkembangan renovasi arena balap sepeda (velodrom) dan balap kuda di Jakarta.

"Kami berani menjamin, velodrom akan bisa digunakan selama 25 tahun ke depan," ujar Setya Heragandhi, Direktur Utama Jakarta Pro-pertindo selaku pengembang arena khusus balap sepeda tersebut.

Perlu koordinasi

Soal kemajuan renovasi dan pembangunan arena di Palembang dan Jakarta itu memang tidak dimungkiri Dewan Olimpiade Asia (OCA). Namun, mereka menyarankan agar koordinasi antaralembaga di Indonesia bisa ditingkatkan.

Tujuannya agar semuanya berjalan lancar, terutama terkait dengan pendanaan. Apalagi waktu persiapan Indonesia hanya sekitar 16 bulan lagi.

Baca: OCA Tetapkan 484 Nomor yang Dilombakan di Asian Games 2018


"Saya pikir untuk kesiapan arena sudah bagus, hanya mungkin bagaimana meningkatkan koordinasi antarlembaga," ujar Direktur Umum OCA Husain Al-Musallam. Selain itu, ia juga menyoroti masalah promosi. Hal itu penting untuk menggaungkan multiajang tersebut.

"Faktanya, kita memang masih kurang melakukan (promosi) itu. Apalagi setelah ada kasus (korupsi) itu. Tetapi saya melihat respons pemerintah belakangan sudah meningkat sehingga kita berharap promosi baik di dalam maupun di luar negeri bisa segera dilakukan," kata Presiden Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir.

"Untuk promosi dalam negeri bisa dilakukan Kementerian BUMN, sedangkan di luar negeri menjadi tugas Kementerian Pariwisata," lanjutnya.

Video: Kroser Wanita Jadi Daya Tarik Ajang MXGP Indonesia



(ASM)