Indonesia Sabet Gelar Juara Dunia Paralayang di Slovenia

Achmad Firdaus    •    25 September 2017 15:55 WIB
asian games 2018
Indonesia Sabet Gelar Juara Dunia Paralayang di Slovenia
Juara PGAWC seri-4 2017 nomor ketepatan mendarat kategori beregu, Team Garuda Prima-2 meraih juara 3. (Foto: Gendon Subandono)

Metrotvnews.com, Kobarid: Kontingen paralayang Indonesia tampil sebagai juara umum Kejuaraan Dunia Paralayang nomor Ketepatan Mendarat (Para Gliding Accuracy World Cup/PGAWC) 2017. Hasil itu didapat usai atlet-atlet paralayang Indonesia berlomba pada seri keempat atau final di Kobarid, Slovenia pada 21-23 September kemarin.

PGAWC tahun ini memainkan empat seri. Seri pertama digelar di Manado (7-9 Maret), lalu seri kedua di Serbia (7-9 April), seri ketiga digelar di Mount Saint Pierre, Quebec, Canada (21-23 Juli). Sedangkan seri keempat, atau final dimainkan di Slovenia pada 21-23 September 2017.

Pada seri final ini, atlet-atlet Indonesia memang hanya mampu meraih juara ketiga baik di nomor perorangan maupun beregu. Di antaranya lewat Elisa Manueke dan Lis Andriana yang jadi juara tiga di kategori perorangan putra dan putri, dan tim Garuda Prima 2 yang jadi juara tiga pada nomor beregu.


Juara Dunia Paralayang 2017 nomor ketepatan mendarat kategori Putra, Elisa Manueke (tengah), Roni Pratama (kiri), dan Rio Indrakusumah. (Foto: Gendon Subandono)

Akan tetapi, dari hasil penghitungan nilai mulai seri pertama hingga seri keempat, Indonesia berhasil menjadi yang terbaik dan berhak menyandang predikat juara dunia di tiga nomor yang dipertandingkan, yakni perorangan putra, perorangan putri dan beregu.

Untuk kategori Putra, gelar juara dunia Paralayang tahun 2017 ini diraih oleh Elisa Manueke. Sementara di bagian putri, Rika Wijayanti juga berhasil jadi yang terbaik. Adapun, di nomor beregu, tim Garuda Prima 2 yang berisikan; Thomas Widyananto, Indra Lesmana, Ardi Kurniawan, dan Hening Paradigma juga berhasil menyabet gelar juara dunia PGAWC 2017.

"Ini merupakan pertama kali dalam sejarah Paralayang dunia, di mana satu Negara membawa pulang seluruh gelar juara yang diperebutkan dalam satu tahun, dan ini adalah gelar Juara Dunia,” ujar Wahyu Yudha, selaku Ketua Paralayang Indonesia sekaligus Tim Manajer Paralayang Slovenia dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (25/9/2017)


Reza C. Kambey (INA) mengarahkan parasut ke daerah pendaratan. (Foto: Alket Alkami/Turki)

"Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah, melalui Kemenpora, Satlak Prima, KOI, dan juga PB-FASI serta TNI AU," tambahnya.

Seri keempat PGAWC di Slovenia diikuti oleh 21 negara. Di antaranya; Indonesia, Lithuania, Republik Ceko, Slovenia, Serbia, Bulgaria, Albania, Rumania, Rusia, Hungaria, Britania Raya, Kosovo, Turki, Prancis, Estonia, Hong Kong, Kroasia, Kanada, Polandia, Latvia, dan Azerbaijan.


Juara Dunia Paralayang 2017 nomor ketepatan mendarat kategori Putri, Rika Wijayanti (tengah), Milawati Sirin (kiri), dan Ike Ayu Wulandari. (Foto: Gendon Subandono)

Juara Dunia putra Elisa Manueke mengatakan, kesuksesan tim Indonesia di PGAWC tahun ini tidak diraih dengan mudah. Mereka harus bertarung ketat dengan atlet-atlet dari negara lain. "Lawan terberat kali ini adalah Kosovo, Republik Ceko dan tuan rumah Slovenia,” ujarnya.  

Pada seri keempat kemarin, atlet-atlet Indonesia mengakui, faktor cuaca menjadi kendala utama untuk bisa menampilkan performa terbaik. Suhu dingin berkisar 5 – 10 derajat celsius, memaksa mereka tampil menggunakan baju tertutup dilapisi jaket tebal, sehingga berpengaruh pada gerakan tangan untuk mengendalikan parasut. Meski begitu, berkat kegigihan dan hasil tempaan latihan selama berbulan-bulan, para atlet bisa mengatasi beberapa kesulitan tersebut.


Elisa Manueke mengarahkan parasutnya ke daerah pendaratan. (Foto: Gendon Subandono)

"Gelar juara dunia ini sudah sepantasnya diberikan kepada atlet paralayang Indonesia karena memang mereka telah mempersembahkan yang terbaik. Namun raihan ini jangan membuat kita berbesar hati dan lengah, karena jalan masih panjang untuk menuju ke Asian Games 2018”, ujar Gendon Subandono, kepala pelatih timnas Paralayang Indonesia. 

Sebagaimana diketahui, Paralayang akan dipertandingkan di Asian Games 2018 mendatang, dengan mempertandingkan dua nomor, yakni Ketepatan Mendarat (Accuracy) dan Lintas Alam (Cross Country). Target Paralayang Indonesia adalah merebut minimal dua Medali emas.

Daftar Juara di PGAWC seri 4 Slovenia:
PERORANGAN PUTRA

1. Tomas Lednik (Ceko): Skor 8cm
2. Goran Djurkovic (Serbia): Skor 11cm
3. Elisa Manueke (Indonesia): Skor 13cm

PERORANGAN PUTRI
1. Marketa Tomaskova (Ceko): Skor 28cm
2. Katie Lawrence (Britania): Skor 34cm
3. Lis Andriana (Indonesia): Skor 51cm

BEREGU
1. Tim Serbia (Serbia): Skor 74cm
2. Tim Ceko (Republik Ceko): Skor 75cm
3. Tim Garuda 2 (Indonesia): Skor 82cm

Hasil akhir Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (PGAWC) 2017:
PERORANGAN PUTRA
1. Elisa Manueke (Indonesia): Skor 24cm
2. Roni Pratama (Indonesia): Skor 25cm
3. Rio Indrakusumah (Indonesia): Skor 29cm

PERORANGAN PUTRI
1. Rika Wijayanti (Indonesia): Skor 81cm
2. Milawati Sirin (Indonesia): Skor 118cm
3. Ike Ayu Wulandari (Indonesia): Skor 293cm

BEREGU
1. Garuda Prima 2 (Indonesia): Skor 94cm
2. Garuda Prima 1 (Indonesia): Skor 101cm
3. Garuda Prima 3 (Indonesia): Skor 309cm

Video: Tiba di Tanah Air, Kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2017 Disambut Menpora



(ACF)