Polemik Pembubaran Satlak Prima

Siap Dipecat sebagai Ketua, Achmad Soetjipto Tak Ingin Satlak Prima Bubar

Kautsar Halim    •    13 Oktober 2017 21:48 WIB
olahragaasian games 2018sea games 2017
Siap Dipecat sebagai Ketua, Achmad Soetjipto Tak Ingin Satlak Prima Bubar
Achmad Soetjipto selaku Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). (Foto: Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Achmad Soetjipto selaku Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengaku siap dicopot dari jabatannya. Ia tidak keberatan itu terjadi, tapi tetap mengimbau agar Satlak Prima jangan dibubarkan.

Rencana pembubaran Satlak Prima disampaikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam acara hitung mundur Asian Para Games 2017 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Jumat 6 Oktober lalu. Itu terjadi karena Indonesia gagal mencapai target finis di urutan empat besar di ajang SEA Games 2017 Malaysia.

"Jika kegagalan SEA Games Malaysia 2017 dijadikan alasan, saya sebagai komandan siap bertanggung jawab. Jangan Prima yang dibubarkan," kata Achmad Soetjipto dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (13/10/2017).

"Silakan saya saja yang diganti dengan orang yang dinilai lebih baik, lebih professional dan lebih berdedikasi. Itu demi kemajuan olahraga Indonesia ke depan," tambahnya. 


Klik: Benamkan Jepang, Tiongkok Tantang Malaysia di Final


Menurut Pak Tjip panggilan akrab Achmad Soetjipto, program Indonesia Emas adalah embrio dari suatu program pembinaan atlet elit di masa depan. Semua negara sukses telah memilikinya dan terdapat campur tangan pemerintah untuk mendukung investasi yang cukup besar.

"Ganti saja nakhodanya jika gagal. Jangan kapalnya yang dikaramkan. Akan sangat sulit bagi seorang pemimpin manakala sudah tidak dipercaya lagi," ujar Pak Tjip. 


Klik: Rossi Belum Berniat Beri Ruang Khusus untuk Vinales


Dijelaskan lebih lanjut oleh Pak Tjip, bukan tugas mudah bagi Satlak Prima untuk menyusun program pembinaan atlet elit. Seluruh perangkat harus diuji kelayakannya dan perlu dana yang tidak sedikit juga untuk melakukan itu.

Terlebih lagi, salah satu tujuan dibuatnya program Satlak Prima demi kesuksesan prestasi Indonesia saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang tinggal kurang dari setahun lagi. Oleh karena itu, tak heran jika Pak Tjip berkeinginan agar Satlak Prima tetap dipertahankan.

"Memang program kami belum sempurna benar, tetapi paling tidak kita tidak memulai dari awal lagi dalam meningkatkan prestasi atlet elit. Apa yang sekarang ada di Prima itu adalah hasil peras otak dan investasi selama hampir 2 tahun. Sayang sekali jika jerih payah itu dihilangkan," tutup Pak Tjip.




(KAU)