Tahapan Pertolongan Pertama Sesaat Setelah Insiden Terjadi Saat Laga

   •    18 Oktober 2017 16:39 WIB
olahragasepakbola
Tahapan Pertolongan Pertama Sesaat Setelah Insiden Terjadi Saat Laga
Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda mendapatkan perawatan medis saat laga melawan Semen Padang dalam lanjutan Gojek Traveloka Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Rahbani Syahputra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Andi Kurniawan mengatakan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh paramedis ketika menangai korban benturan saat pertandingan.

Tahapan tersebut merupakan standar pelayanan medis sebagai pertolongan pertama yang dikeluarkan oleh FIFA untuk diberikan kepada korban yang mengalami kondisi kegawatdaruratan sesaat setelah insiden terjadi.

"Pertama ada primary survei. Jadi jangan diangkat dulu, tetapi diassessment dulu apakah ada pernapasan, ada gerakan, atau ada sumbatan yang menghalangi jalan napas. Ini harus dilakukan terlebih dulu," kata Andi, dalam Metro Pagi Primetime, Rabu 10 Oktober 2017.

Tindakan ini, kata Andi, harus dilakukan di tempat pertandingan di mana korban pertama kali jatuh. Paramedis atau rekan satu tim yang mengetahui insiden paling tidak harus menguasai teknik pertolongan pertama pada korban.

Penanganan seperti membebaskan jalan napas, memberikan bantuan pernapasan atau memberikan bantuan sirkulasi pada korban yang mengalami perdarahan harus segera dilakukan sebelum tindakan medis lanjutan.

"Juga memeriksa apakah ada deformitas karena benturan cukup keras sehingga menyebabkan tulang belakang atau tulang leher cedera. Ini harus segera dilakukan stabilisasi sebelum diangkat atau dipindahkan ke sisi lapangan," kata Andi.

Saat korban telah dipindahkan ke sisi lapangan pun tidak boleh langsung diangkut ke ambulans. Prosedur secondary survei juga perlu dilakuan. Pengecekan apakah korban masih bernapas, terdapat obstruksi napas atau tidak, korban masih mampu bergerak dan merespons juga harus diperiksa.

Ketika korban membutuhkan bantuan, berikan bantuan saat itu juga di tempat yang sama. Jangan dipindahkan ke ambulans sebelum diberikan penanganan pertama.

Pun dengan kondisi ambulans. Harus dipastikan bahwa ambulans yang digunakan sudah sesuai standar pelayanan lebih bagus lagi jika peralatan di dalam ambulans cukup memadai untuk menunjang kondisi korban sebelum dipindahkan ke rumah sakit.

"Hal-hal seperti ini seharusnya bisa diantisipasi oleh pelayanan medis yang memadai," jelasnya.




(MEL)