Tour de Singkarak 2018

Penjelasan Event Director Soal Rute TdS 2018 yang Terkendala Banjir dan Tanah Longsor

Kautsar Halim    •    09 November 2018 07:31 WIB
tour de singkarak
Penjelasan Event Director Soal Rute TdS 2018 yang Terkendala Banjir dan Tanah Longsor
Jamaludin Mahmud. (Foto: medcom.id/Kautsar Halim)

Pasaman: Etape 5 Tour de Singkarak (TdS) 2018 berlangsung menarik dengan rute sejauh 161,4 km dari Kabupaten Limapuluh Kota hingga Pasaman, Kamis 8 November. Selain persaingan antarpembalap yang makin ketat, trek yang dilalui juga berat dan sempat turun hujan.

Kendala soal lintasan sudah muncul semalam sebelum start berlangsung di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota. Saat itu, panitia memangkas rute karena terdapat lima lokasi yang terendam banjir, yakni Bukik Limbuku, Taram, Andaleh, Tarok dan Batang Tabik.

Selesai perkara banjir, para panitia langsung disibukkan dengan kendala tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik lintasan yang bakal digunakan. Tapi, hal itu bisa teratasi dengan bantuan berbagai pihak, khususnya Dinas Pekerjaan Umum daerah setempat.

Jamaludin Mahmud selaku Event Director mengatakan, balapan etape 5 berlangsung lancar tanpa ada satupun pembalap yang gagal finis. Kendati demikian, kecelakaan saat balapan tetap tidak terhindarkan karena hujan masih turun dan membuat lintasan makin licin.

"Tadi, memang banyak tanah longsor. Tapi bisa ditangani dengan cepat oleh berbagai instansi yang terkait. Bahkan, tim kami sudah bergerak sejak pukul 00.00 WIB hingga pagi untuk menyisir kelayakan trek," tutur Jamaludin.

Baca: Pembalap Australia Tercepat di Etape 5 TdS 2018


"Kalau soal pembalap yang kecelakaan saat lomba sudah biasa. Lagipula mereka semua (para pembalap) juga tetap mampu finis dan menyelesaikan lomba," tambahnya.

Selanjutnya, etape 6 akan berlangsung dengan rute sejauh 105 km dari Lapangan Merdeka Kota Solok hingga Ngalau Indah Payakumbuh. Lintasan di sepanjang rute, dikatakan Jamaludin, tidak berpotensi tanah longsor maupun terdampak banjir. 

"Rute enggak berpotensi longsor. Tapi karena intensitas hujan cukup tinggi belakangan ini, mungkin ada lubang-lubang kecil di jalan. Mudah-mudahan aman dan mohon doanya," tutup Jamaludin.

Meski lebih pendek ketimbang etape sebelumnya, rute etape 6 tetap menyajikan pemandangan alam yang indah dan trek yang menantang. Sementara ini, Jesse Ewart dari tim Sapura Cycling masih memimpin klasemen sementara kelas individu, sedangkan status pembalap Indonesia terbaik tetap dipegang Muhammad Abdurrahman dari tim KFC.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Preview Piala AFF: Indonesia vs Singapura


(ASM)