Jelang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

Cabang Olahraga Asian Games 2018 Berpotensi Ditambah

Media Indonesia    •    04 Oktober 2016 17:31 WIB
asian games 2018
Cabang Olahraga Asian Games 2018 Berpotensi Ditambah
Menpora Imam Nahrawi (kanan) dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (kiri) menyaksikan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kedua kiri) menyerahkan Logo Asian Games Ke-18 Tahun 2018 kepada Wakil Presiden I Panitia Penyelenggara Indonesia untuk

Metrotvnews.com, Jakarta: Komite Olimpiade Asia (OCA) memberikan sinyal positif terhadap keinginan Indonesia menambah cabang olahraga di Asian Games (AG) 2018.

Dalam pesta olahraga terbesar Asia yang akan berlangsung di Jakarta-Palembang tersebut, mungkin akan dipertandingkan 40 cabang, 32 cabang Olimpiade dan delapan non-Olimpiade.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto mengatakan, kemungkinan penambahan cabang itu terbuka karena ada beberapa cabang baru yang masuk di Olimpiade 2020 Tokyo. Cabang baru tersebut, antara lain karate, sofbol, bisbol, dan skateboard.

Dengan masuknya olahraga-olahraga tersebut menjadi cabang Olimpiade, Indonesia memiliki kesempatan menambah cabang non-Olimpiade di AG 2018. Sebelumnya, Indonesia mengusulkan bridge, paragliding, dan jet ski untuk dipertandingkan di AG 2018.

"Saat pertemuan koordinasi komite dengan OCA, kita diminta memasukkan satu usulan cabang saja. Namun, karena kondisi yang ada saat ini, mungkin cabang-cabang yang kita usulkan bisa terakomodasi semua," kata Gatot, kemarin.
 

Baca: Kemenpora Memastikan TAFISA Games 2016 Tepat Waktu
 


Dalam pertemuan OCA di Turkmenistan, Juni lalu, AG 2018 ditetapkan akan mempertandingkan 37 cabang dengan rincian 28 cabang Olimpiade, 8 non-Olimpiade, dan satu usulan KONI, yaitu bridge. Namun, keputusan tersebut mungkin berubah.


Cabang olahraga di AG 2018 baru akan diresmikan pada rapat koordinasi komite, pertengahan November mendatang.

Sementara itu, Federasi Jet Ski Asia telah menyatakan kesediaan untuk berkontribusi dalam AG 2018. Kontribusi tersebut berupa bantuan pendanaan sebesar 50% untuk biaya transport peralatan jet ski negara-negara peserta.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia Jetsport Boating Association, Rinaldi Duyo, mengungkapkan kesediaan Federasi Jet Ski Asia untuk memberikan bantuan sudah dinyatakan akhir September lalu.
 

Baca juga: Indonesia Siap Berlaga di Asian Winter Games 2017 Jepang


"Adanya bantuan dari Federasi Jet Ski Asia itu jelas sangat menguntungkan Indonesia sebagai tuan rumah. Itu bukti Federasi Jet Ski Asia sangat mendukung kesuksesan penyelenggaraan AG 2018 di Indonesia," ujar Rinaldi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang mengungkapkan Federasi Jet Ski Indonesia juga sudah menyatakan siap bertanggung jawab menanggung 50% dana penyelenggaraan cabang olahraga perairan tersebut.

Selain jet ski, jelas Muddai, cabang bridge juga mendapat catatan dari OCA. Menurut Muddai, OCA mewajibkan PB GABSI untuk mengumpulkan minimal 10 negara agar cabang tersebut bisa berpartisipasi di AG 2018.

"Khusus bridge, OCA tidak ingin mengurusi negara-negara yang bisa ikut. Karena itu, PB GABSI harus bisa merangkul negara-negara lain untuk menjadi peserta. Harus ada bukti tertulis adanya 10 negara yang akan berpartisipasi dalam bridge dan itu harus diserahkan ke KOI sebelum rapat korkom berlangsung," pungkas Muddai.

Video: Mercedes Bantah Ada Konspirasi untuk Jegal Hamilton

 


(ACF)