Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang

Rio Indrakusumah, Pilot Non Pelatnas Juara PGAWC

Alfa Mandalika    •    20 Maret 2017 11:36 WIB
olahraga
Rio Indrakusumah, Pilot Non Pelatnas Juara PGAWC
Rio Indrakusumah. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)

Metrotvnews.com, Manado: Hasil mengejutkan terjadi di ajang Seri I Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC/Para Gliding Accuracy World Cup). Ya, pilot non pelatnas, Rio Indrakusumah keluar sebagai juara kelas umum PGAWC yang dihelat di Taman Hutan Raya H.V. Worang, Gunung Tumpa, Desa Tongkaina, Minahasa Utara, Manado, 17-19 Maret.

Rio sebetulnya spesialis di nomor Lintas Alam (cross country/XC). Namun, ia membuktikan punya kualitas juga di nomor lain. Tercatat, ia berhasil mengungguli 84 pilot dari 10 negara.

Absennya para juara bertahan Seri PGAWC 2016 Goran Djurkovic (putra/Serbia) dan Marketa Tomaskova (putri/Rep. Ceko) serta beberapa pilot peringkat 10 besar dunia lainnya, membuat timnas bayangan Indonesia bisa lebih berkonsentrasi menghadapi para calon lawan kuat di Asian Games 2018, Tiongkok dan Jepang. 

Baca: Kata Tim Pelatih Usai Praveen/Debby Urung Juara di Swiss


Kejuaraan sempat ditutup lebih cepat pada hari pertama Jumat 17 Maret lantaran kecepatan angin yang terlalu tinggi di lokasi atau mencapai (40km/jam). Sementara kecepatan angin yang layak untuk lepas landas ialah berkisar 5 - 25 km/jam. 


Rio Indrakusumah. (Foto: Lassak Imaji/Tagor Siagian)


Rio Indrakusumah. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)


Suasana pertandingan PGAWC. (Foto: Lassak Imaji/ Tagor Siagian)

Kendati demikian, kejuaraan berhasil menyelesaikan empat ronde/penerbangan/sortie pada Minggu 19 Maret. Syarat agar hasil sebuah kejuaraan diakui sesuai peraturan FAI (Federasi Aeronautika Internasional), induk olahraga dirgantara adalah tiga ronde. 

Ingin masuk pelatnas

Sempat menjalani latihan khusus terbang lintas alam di Austria dan mencatat rekor penerbangan sejauh 83 km, Rio berharap lewat keberhasilannya di Seri I PGAWC Manado 2017, bisa dipertimbangkan menjadi anggota Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018. 

"Saya sangat ingin membela Merah Putih. Itu keinginan saya sejak mulai serius menjadi atlet,” ujar Rio. 

Baca: Cedera Siku, Djokovic Memilih Mundur dari Miami Open 2017


Indonesia menurunkan 18 pilot Pelatnas (8 putri dan 10 putra) dan 35 pilot non Pelatnas. Dalam nomor beregu, hanya nilai empat pilot terbaik yang dihitung. Regu Garuda Prima 6 yang diperkuat Rio Indrakusumah, Muhibin, Derry Muraqin dan pelatih timnas Lilik Darmono mengumpulkan nilai 513.

Sedangkan regu Korea I diperingkat kedua dengan nilai 578 dan regu Garuda Prima 2 (Ardi Kurniawan, Thomas Widyananto, Indra Lesmana, Hening Paradigma) meraih perunggu dengan nilai 581. 
          
Guna memilih 12 pilot sebagai timnas inti paralayang Asian Games 2018, timnas bayangan Indonesia selanjutnya akan mengikuti Seri II PGAWC di Vrsac, Serbia, 7-9 April, Seri III di Mont Saint Pierre, Kanada, 21-23 Juli dan Seri IV di Pegunungan Kobarid (Slovenia) 22-24 September. (RO)

Tim Nasional Bayangan Paralayang Indonesia untuk Asian Games 2018:

Putri:
Eka Nesti Wulansari (jawa Tengah, 24 tahun)
Ike Ayu Wulandari (Jawa Timur, 22)
Rika Wijayanti (Jawa Timur, 23)
Lis Andriana (Kalimantan Timur, 34)
Ifa Kurniawati (Jawa Timur, 39)
DR. Milawati Sirin (Jawa Barat, 47)
Diah Kristina Rahayu (Jawa Timur, 28)
Nofrica Yanti (Sumatera Barat, 33) 

Putra:
Aris Afriansyah (Banten, 23)
Hening Paradigma (Jawa Tengah, 31)
Dr. Elisa Manueke (Jawa Tengah, 56)
Ardi Kurniawan (Jawa Timur, 28)
Thomas Widyananto (Jawa Tengah, 40)
Roni Pratama (Jawa Timur, 21)
Joni Efendi (Jawa Timur, 27)
Jafro Megawanto (Jawa Timur, 21)
Reza Christiyanto, S.Pi (Jawa Timur, 33)
Indra Lesmana (DKI Jaya, 22)  

Video: Kevin/Marcus Dinobatkan Jadi Ganda Putra Terbaik Dunia



(ASM)