Jelang SEA Games 2017

Satlak Prima: Kondisi Atlet PascaPON Menurun

Antara    •    11 November 2016 20:31 WIB
olahraga
Satlak Prima: Kondisi Atlet PascaPON Menurun
Agus Prayogo (Dok: Istimewa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) mengatakan kondisi beberapa atlet yang pascates kesehatan Senin 7 November hingga Jumat 11 November 2016 menurun usai Pekan Olahraga Nasional 2016 Jawa Barat.

"Secara umum memang ada yang menurun, tetapi itu wajar. Setelah mengikuti PON mereka pulang ke kampung halaman, lalu berat badan naik dan kemampuan fisik menurun," ujar Manajer Strength & Conditioning Satlak Prima Kelana Sukma di Jakarta, Jumat.

Dia melanjutkan, apa pun hasil tes fisik dan kesehatan yang secara resmi diberikan pada Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, Senin (14/11), itu akan dijadikan acuan untuk menyusun program menuju SEA Games di Malaysia yang diselenggarakan pada 19--31 Agustus 2017.

Rangkaian tes fisik diikuti oleh 215 atlet dari 28 cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games dan dilaksanakan di Stadion Atletik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun.

Tes diadakan untuk melihat beberapa aspek fisik atlet seperti kapasitas penyaluran oksigen tubuh (VO2 max) dan daya tahan non-oksigen (anaerobic endurance). Namun, tidak semua cabang olahraga mendapatkan materi yang sama.

Untuk atlet bela diri seperti karate, tinju dan taekwondo, ada porsi khusus tes kekuatan (power test). "Untuk tinju, juga ada uji daya tahan kekuatan atau 'power endurance'," tutur Kelana.

Sementara beberapa cabang olahraga juga tidak bisa melakukan tes bersamaan dengan yang lain karena harus menggunakan alat khusus, misalnya balap sepeda. Karena untuk mengetahui kekuatan tungkai atlet, Satlak Prima mesti menggunakan sepeda statis.

"Jadi untuk melakukan tes seperti itu kami harus langsung ke tempat di mana cabang olahraga tersebut latihan," kata Kelana.

Usai tes fisik dan kesehatan, Satlak Prima tidak akan melepaskan atlet begitu saja. Pemantauan terus dilakukan bekerja sama dengan pengurus olahraga atau federasi masing-masing, termasuk untuk nutrisi atlet, agar semua yang berlaga di SEA Games bisa berada di kemampuan puncak (peak performance) saat bertanding.

Satlak Prima berharap bisa membangun komunikasi yang baik dengan manajemen masing-masing cabang olahraga, termasuk pelatih fisik, teknik dan penanggungjawab nutrisi.

"Semuanya harus bersama-sama bekerja meningkatkan penampilan atlet karena target yang dibebankan pada mereka tidak ringan," ujar Kelana.

Berikutnya, Desember 2016 nanti, Satlak Prima direncanakan kembali melakukan tes fisik untuk semua atlet cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games 2018. Lokasinya diperkirakan masih di Stadion UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur.(ant)

Video: Status Persebaya jadi PR Ketum PSSI yang Baru
 


(RIZ)