Srikandi Cup 2017--2018

Tatap Srikandi Cup, Merpati Bali Bidik Gelar Juara

Krisna Octavianus    •    17 November 2017 07:33 WIB
basket putri
Tatap Srikandi Cup, Merpati Bali Bidik Gelar Juara
Tim Merpati Bali pada saat jumpa pers perkenalan pemain dan staff untuk Srikandi Cup 2017--2018. (Foto: ist)

Jakarta: Kiprah tim basket putri Merpati Bali dalam kurun tiga musim terakhir ini semakin berkembang, baik secara organisasi permainan maupun secara manajemen. Menatap musim Srikadi Cup musim ini, Mepati Bali melakukan beberapa perbaikan dan yakin bisa meraih hasil maksimal. 

Metamorfosis klub kebanggaan warga Pulau Dewata ini dimulai pada 2015, ketika mereka untuk pertama kalinya mengikuti ajang Woman’s Indonesian Basketball League (WIBL) yang saat itu hanya diikuti oleh empat tim peserta.

Kehadiran Merpati Bali di ajang WIBL saat itu terjadi lewat campur tangan Deddy Setiawan pemilik klub Merpati Bali yang melakukan proses merger dengan tim Tomang Sakti Jakarta. Berbekal kurang lebih enam pemain muda asal Bali, di antaranya Kadek Pratitta Cita Dewi, Dewa Ayu Made Sriatha Kusuma, Regita Pramesti melebur dengan para pemain klub Tomang Sakti Jakarta yang sudah ada seperti layaknya Agustin Elya Gradita Retong, Dora Lovita dan Jacklin Ibo.

Tanpa diduga kolaborasi kedua tim ini bisa mencuri perhatian pada tahun perdana mereka ikut kompetisi resmi basket wanita Indonesia. Mereka mampu menatap final di bawah asuhan pelatih Raoul Miguel Hadinoto, meski pada akhirnya mereka harus takluk di tangan Surabaya Fever.

Pada tahun kedua, Deddy Setiawan melakukan sejumlah perombakan dan perbaikan tim. Di antaranya dengan merekrut pelatih baru yakni Bambang Asdianto Pribadi, juru taktik timnas basket putri Indonesia yang sukses mengantarkan Indonesia meraih medali perak di ajang Sea Games Singapura 2015. Tidak hanya itu, Deddy juga memboyong para pemain asal Bali untuk melaksanakan training camp jangka panjang di Jakarta bersama dengan para pemain Tomang Sakti lainnya yang masih di pertahankannya.

Lewat perpaduan manajemen yang rapi dan kolaborasi coaching staff yang solid yang dinahkodai Bambang Asdianto Pribadi, secara pelan tapi pasti Merpati Bali akhirnya mulai menjelma sebagai salah satu tim dengan kekuatan yang merata dan patut diperhitungkan di ajang di Srikandi Cup musim ini.

Tahun pertama Bambang menangani tim memang belum berbuah manis. Merpati Bali harus puas di peringkat ketiga. Pada saat itu kendala cedera sejumlah pemain sedikit memengaruhi performa mereka pada seri pamungkas yang berlangsung di Surabaya. Tapi pembelajaran mereka di musim kemarin adalah semakin matang dan terbentuknya chemistry permainan tim di antara mereka.

"Memasuki tahun ketiga, progres tim ini semakin matang. Bersama coaching staff, manajemen, dan pemain, impian kami adalah bisa terbang lebih tinggi lagi dengan meraih prestasi yang semaksimal mungkin," ujar Deddy Setiawan, yang juga merupakan koordinator Srikandi Cup musim 2017--2018.

"Persiapan saya dan para pemain lainnya masih sama dengan berlatih secara rutin. Hanya saja untuk beberapa minggu ini ada kendala terkait beberapa pemain kami masih ada yang sedang bertanding untuk membela kampusnya masing-masing di liga mahasiswa Nasional di Malang kemarin, tapi kami tetap bertekad membawa Merpati Bali berprestasi di Srikandi Cup musim ini. Kami juga minta restu dan doanya untuk seluruh warga Bali supaya kami bisa menjadi juara di musim ini," ujar Agustin Elya Gradita Retong, kapten tim Merpati Bali.

Sementara itu, Bambang Asdianto Pribadi, juga mengaku bahwa tantangan musim ini lebih berat dibanding musim kemarin. Hanya saja ia mengaku tidak mau ambil pusing dan tetap akan fokus berkonsentrasi menangani timnya. Jumlah peserta dan game yang semakin kompetitif di musim ini justru menambah gairahnya untuk bisa membawa timnya menuju level permainan yang lebih baik lagi

"Selain kendala pertandingan antar kampus, saya sempat absen menangani tim untuk beberapa hari lamanya terkait harus mengikuti program beasiswa FIBA yakni International Coach Appreticenship in Basketball 2017 dari USOC (United State Olympic Committee). Tapi itu bukan suatu alasan karena saya percaya dengan coaching staff dan seluruh pemain saya. Pastinya Merpati Bali tidak akan ingkar janji untuk meraih hasil yang terbaik pada seri pertama di Makassar nanti," ucap Mbing, sapaan akrab Bambang Asdianto Pribadi, di acara launching tim Merpati Bali yang dilangsungkan siang tadi di Gold’s Gym Thamrin City, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Musim ini Merpati Bali menambah kekuatannya dengan merekrut beberapa muka-muka baru diantaranya dua pemain kembar eks klub Sritex Solo, Lamia dan Tania Rasidi. Lalu, ada juga pemain muda seperti Cecilia Tirza, Husna (Jawa Barat), Millania Angela, Natalia Vivi (Pontianak).

 


(KRS)