Satlak Prima

Satlak Prima Dibubarkan, Taufik Hidayat Sebut Itu Blunder

Krisna Octavianus    •    09 Oktober 2017 16:56 WIB
olahraga
Satlak Prima Dibubarkan, Taufik Hidayat Sebut Itu Blunder
Taufik Hidayat (Foto: Dok MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan pebulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat mengaku heran dengan pemerintah yang mengambil keputusan membubarkan Satlak Prima. Padahal, menurutnya, dengan gelaran Asian Games 2018 semakin dekat, keputusan itu dirasa tidak tepat.

Presiden Joko Widodo mengumumkan pekan lalu bahwa Satlak Prima akan dibubarkan. Alasan Jokowi adalah supaya bisa memotong alur birokrasi anggaran jelang Asian Games 2018. Akan tetapi, Taufik Hidayat ragu pembubaran itu akan menyelesaikan masalah yang terjadi mengingat Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang sudah semakin dekat.

"Kebijakan itu memang sudah diambil oleh pemerintah. Rasanya susah untuk dibatalkan. Cuma, dari kacamata sebagai mantan atlet, saya bertanya, apa pembubaran Satlak Prima itu akan menyelesaikan masalah? Apalagi, penyelenggaraan Asian Games 2018 tinggal 10 atau 11 bulan lagi. Waktunya demikian mepet," ujar Taufik dalam rilis yang diterima oleh Metrotvnews.com, Senin (9/10/2017).

Klik di sini: Sirkuit Jerez Masih jadi Misteri bagi Sean Gelael dan Norman Nato

Rencana pembubaran Satlak Prima ini menyeruak setelah prestasi Indonesia terpuruk pada SEA Games 2017. Pada saat itu, Indonesia hanya menempati posisi kelima, dengan raihan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu yang merupakan prestasi terburuk Indonesia selama berkiprah di ajang SEA Games.

Menurut Taufik, pembubaran Satlak Prima merupakan blunder. Mengingat organisasi yang dipimpin Achmad Sutjipto itu merupakan pembuat program latihan, agar performa para atlet elite dan andalan bisa lebih optimal. Bahkan dengan adanya Satlak Prima atlet tidak pernah mengurusi soal masalah keuangan dan distribusi penyaluran dana bagi pelatnas.

"Sejatinya Satlak Prima fungsinya hanya membantu dan mendukung induk-induk organisasi dengan berbagai program untuk meningkatkan performa para atlet untuk bisa tampil optimal, sementara segala urusan uang dan penyaluran dana bagi kebutuhan pelatnas, semua birokrasi dan KPA-nya ada di Kemenpora," lanjut Taufik.

"Menurut saya, pembubaran Satlak Prima ini blunder dan salah arah," Taufik menegaskan.

Klik di sini: Sapu Bersih, Indonesia Pecundangi Brasil

Lebih aneh, lanjut Taufik, setelah Satlak Prima dibubarkan, kabarnya KONI akan diberi peran lebih besar. Hal tersebut menurutnya menggelikan, pasalnya birokrasi panjang yang katanya ingin dipangkas, namun kembali melibatkan lembaga lain.

Setelah pembubaran Satlak Prima, pemerintah berharap ada pengalihan tanggung jawab peningkatkan performa atlet elite kepada induk organisasi cabang olahraga.

Menurut Taufik, tidak semua induk organisasi memiliki kemampuan dan berkecukupan dana untuk menjalankan pelatnas secara mandiri. Dari sekian banyak induk organisasi olahraga di Tanah Air, hanya segelintir yang memiliki kemampuan dalam melakukan pembinaan prestasi, contohnya PBSI.

Klik di sini: Paceklik Gelar Nadal di Tiongkok Terhenti

Taufik pun memberikan solusinya untuk masalah ini. Dia berharap para pemangku kepentingan bisa duduk bersama untuk mencari jalan terbaik. Sekaligus mencari solusi agar penampilan atlet-atlet Indonesia bisa tampil optimal dalam Asian Games 2018.

Idealnya dengan waktu yang demikian mepet, sebaiknya kalau ada masalah soal lambannya birokrasi dalam penyaluran pendanaan pelatnas, perlu ada skala prioritas untuk cabang-cabang olahraga unggullan pada Asian Games 2018.

"Sehingga proses pelatnas bisa terus berjalan tanpa terganggu soal keterlambatan dana yang dipicu oleh berbelitnya birokrasi dan proses pencairan dana bagi pelatnas. Yang tidak kalah penting. Jangan bawa persoalan pembinaan olahraga ke dalam ranah politik," pungkasnya.

Lomba Lari Bitung 10-K Meriahkan Festival Pesona Selat Lembeh
 


(FIR)