Jelang Musim NBA 2017--2018

5 Pemain NBA yang Berstatus Bebas Transfer

Krisna Octavianus    •    30 Juni 2017 10:58 WIB
nba
5 Pemain NBA yang Berstatus Bebas Transfer
Derrick Rose salah satu pemain yang berstatus bebas transfer pekan ini (Foto: NATHANIEL S. BUTLER / NBAE / GETTY IMAGES / AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Musim NBA 2016--2017  telah berakhir dengan Golden State Warriors menjadi juara. Kini, tim-tim NBA sedang disibukkan dengan transfer pemain.

Semua klub berlomba untuk mempunyai kekuatan yang bisa menyaingi kemapanan Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers yang sangat dominan tiga musim terakhir. Mereka berharap mendapatkan pemain yang bisa membantu performa tim menjadi lebih baik.

BACA: Valetino Rossi Bertahan di MotoGP, Asal . . .

Beberapa tim seperti Houston Rockets dan Minnesota Timberwolves, telah melakukan trade pemain dan mendapatkan pemain baru. Akan tetapi, tak jarang tim harus bergantung pada pasar bebas tranfer untuk memperbaiki diri. 

Tak jarang pula banyak pemain berkualitas yang akhir pekan ini akan menjadi pemain berstatus bebas transfer. Pasalnya, akhir pekan ini akan menjadi pasar bebas transfer pemain NBA.

Berikut lima pemain berkualitas yang akan berstatus bebas transfer:

1. Derrick Rose (Point Guard)

Rose yang merupakan MVP NBA rata-rata mencetak 18 poin, 4,4 assist, dan 3,8 rebound dalam 64 pertandingan untuk New York Knicks musim lalu sebelum cedera meniskus di lutut kirinya memotong musimnya. Ia akan berstatus bebas transfer dan bisa menjadi pilihan baik bagi tim yang mau memiliki pengatur  serangan sekelas pemain berusia 28 tahun ini.

Namun, jika ada sebuah tim memutuskan untuk memakai jasa Rose, lebih baik memiliki skema defensif yang kuat, sebab New York Knicks rata-rata kemasukan 111,1 poin dengan Rose berada di lapangan musim lalu, lima lebih banyak daripada saat ia berada di bangku cadangan. Itu membuat Knicks menjadi salah satu tim dengan pertahanan terburuk di NBA.

2. Shaun Livingston (Point Guard/Shooting Guard)

Pemain berusia 31 tahun itu rata-rata mengumpulkan 5,1 poin dan 1,8 assist per pertandingan untuk juara bertahan Golden State Warriors musim lalu. Bermain dengan Steph Curry dan Kevin Durant memiliki keuntungan yang nyata, tetapi tim tersebut kemasukan 3,9 poin lebih banyak saat Livingston berada di lapangan, kira-kira sama dengan penampilan New York Knicks musim lalu ini.

Namun, dengan dua gelar NBA bersama Warriors bisa jadi pengalaman berharga bagi tim yang ingin meminangnya. Ia juga tercatat sangat berpengalaman di NBA karena sudah bermain di kompetisi basket terbaik dunia itu sejak 2004.

3. Rudy Gay (Small Foward)

Pemain kelahiran Brooklyn 30 tahun yang lalu itu perlu bekerja keras untuk mendapatkan tim baru setelah serangkaian penampilan buruk musim ini. Ia rata-rata mencetak 18,7 poin, 6,3 rebound, dan 2,8 assist per pertandingan dengan Sacramento Kings pada musim lalu.

Gay juga tidak piawai mengoper bola, ia hanya memiliki catatan 5,2 assist potensial per pertandingan untuk Kings pada musim lalu. Catatan passing-nya juga hanya 34,9 per pertandingan dan itu menempatkannya berada di urutan keenam dalam tim. Akan tetapi, pengalamannya di NBA sejak 2006 bisa menjadi modal berharga.

4. Serge Ibaka (Power Forward)

Jika ada tim yang ingin memperkuat pertahanan, Ibaka bisa menjadi jawaban. Ia adalah pemegang dua gelar pemain terbaik dalam urusan blok musim 2012 dan 2013.  Ia juga tiga kali berturut-turut pada 2012--2104 menjadi pemain NBA defensif of the year.

Nilai kontrak pemain berpaspor Spanyol itu diperkirakan USD8 juta atau setara dengan Rp106 miliar per tahun. 

5. Danilo Gallinari (Small Forward/Power Forward)

Gallinari rata-rata mengumpulkan 18,2 poin per game musim lalu, rata-rata skor tertinggi kedua dalam kariernya, dan merupakan satu-satunya pemain di NBA yang memiliki tinggi 2 meter yang memiliki rata-rata lima tembakan tiga angka berhasil per pertandingan. Daya tahannya juga patut dikedepankan karena ia bisa bermain 70 pertandingan atau lebih.

Persentase tembakan field goal-nya juga tidak buruk. Ia berhasil mengonversi 38 persen tembakan untuk menjadi poin. Nilai kontraknya kini mendekati USD12,1 juta per tahun atau sekitar Rp161 miliar.

 


(KRS)