Bintang Arena Asian Para Games 2018

Bintang Laga: Ni Nengah Widiasih 'The Superwoman'

M. Rizky Adhestian    •    07 Oktober 2018 14:27 WIB
asian para gamesBintang Arena Asian Para Games 2018
Bintang Laga: Ni Nengah Widiasih The Superwoman
Ni Nengah Widiasih. (Foto: M. Rizky Adhestian / Medcom.id)

Jakarta: Atlet disabilitas cabang olahraga (cabor) angkat berat putri, Ni Nengah Widiasih, tidak henti-hentinya mengharumkan Indonesia. Ia menyumbangkan medali perak Asian Para Games 2018 pertama bagi Merah Putih pada Minggu 7 Oktober.

Lifter super berusia 28 tahun itu berjuang di nomor 41 kg putri, cabor angkat berat putri. Widi, sapaan akrabnya, memang diharapkan meraih podium, berkat modalnya meraih prestasi-prestasi bergengsi pada kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Menjadi lifter terakhir, Widi bersaing dengan dengan enam lifter putri lainnya di kelas 41 kg. Ia memegang entry beban terbesar yaitu 97 kg pada angkatan pertama.

Saingan terberat Widi adalah lifter asal Tiongkok, Cui Zhe. Ia memegang entry beban yang hampir sama dengan Widi, yaitu 96 kg.

Dari tiga kali percobaan angkatan, Widi memang hanya mampu mengangkat beban pertamanya yaitu 97 kg. Ia gagal pada dua percobaan setelahnya.

Sayang, Widi harus mengakui keunggulan Cui yang berhasil mengangkat 100kg pada angkatan ketiga. Hasil itu membuat medali emas jatuh ke tangan Tiongkok.

Widi meraih medali Asian Para Games pertamanya di Thailand pada 2008 silam. Saat itu, medalinya adalah perunggu.

Ia sempat menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Paralympics 2012 London dari cabor angkat berat. Pada tahun yang sama, wanita asal Karangasem, Bali, tersebut menuai medali perunggu kejuaraan para-powerlifting 2012 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Widi terus mencatatkan prestasi sejak saat itu.  Medali perunggu kejuaraan dunia Para-Powerlifting Dubai 2014, perunggu Asian Para Games Incheon 2014, hingga Paralympics Rio de Janeiro 2016 sudah masuk dalam riwayatnya.

Sejak usia empat tahun, Widi kehilangan fungsi kakinya. Ia pun mulai belajar menggunakan kursi roda.

Kendati demikian, musibah tersebut tidak membuat Widi patah semangat. Ia memutuskan mengikuti jejak kakaknya yang juga atlet powerlifting dan mulai menekuni dunia tersebut sejak kelas 2 SMA.

Video: Atlet Panahan Asian Para Games Optimistis Raih Emas