Tenis

Gina dan Nadya Juara WTA Futures 2018

Dendi Suharyana    •    24 Juni 2018 12:48 WIB
tenis
Gina dan Nadya Juara WTA Futures 2018
Nadya dan Gina (Foto: Dendi/Medcom.id)

Denpasar: Petenis muda asal Bali dan Kudus Jawa Tengah, Komang Gina Kusuma Dewi dan Nadya Dhaneswara, tampil sebagai juara tunggal Kelompok Usia-14 dan KU- 16 Turnamen Future Stars 2018 di Bali. Kedua petenis ini akan dikirim ke babak final WTA Future Stars di Singapura, jika masuk Peringkat Nasional Pelti pada 4 September mendatang.

Pada babak final yang digelar di Lapangan Tenis KONI Bali di Kota Denpasar, Sabtu (23/6), petenis andalan tuan rumah, Komang Gina bertemu unggulan teratas, Diah Ayu Novita dari Pati Jawa Tengah. Gina menang straight set  6-3 dan 6-4.

“Tentu saja senang, tapi saya ingin ikut banyak turnamen, mengejar poin Peringkat Nasional Pelti (PNP) teratas agar bisa mewakili Indonesia pada babak final WTA Future Stars di Singapura,” ucap Gina yang kini bercokol di posisi ke-15 itu.

Klik di sini: Rebut Pole, Awal Sempurna Hamilton di GP Prancis

Namun, pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Sukasada itu sadar bahwa tak akan mudah mewujudkan keinginannya tersebut.

“Selalu terbentur masalah biaya, karena pasti butuh modal besar untuk mengikuti banyak pertandingan di berbagai turnamen di luar Bali,” ucap petenis yang tahun ini baru mengikuti tiga turnamen nasional.

“Hanya sekali yang di luar Bali, itu pun hanya ke Jember (Jawa Timur) yang cukup dekat jaraknya dari Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Nadya Dhaneswara keluar sebagai pemenang nomor tunggal KU-16. Unggulan pertama asal Kudus itu menepiskan perlawanan non-unggulan dari Bali, Desak Monica. Nadya menang melalui rubber set, 6-2 3-6 dan 6-4.

Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, Susan Soebakti, mengatakan turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini akan menambah jam bertanding petenis putri Indonesia KU 14 dan 16. Mereka diharapkan mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia Pasifik pada laga final di Singapura.

Namun, Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti ini menegaskan, juara dari event ini tidak serta-merta menjadi wakil Merah Putih pada babak final di Singapura.

“Indonesia akan mengirimkan satu petenis terbaik KU 14 dan 16 berdasarkan Peringkat Nasional Pelti (PNP) per 4 September 2018. Adapun peserta turnamen kualifikasi ini menjadi prioritas bila memiliki poin PNP yang sama,” pungkasnya.

Menjajal Kereta Bawah Tanah Rusia



(FIR)