Sepi Pengunjung, Menpora akan Evaluasi TAFISA Games 2016

Kautsar Halim    •    10 Oktober 2016 20:24 WIB
olahraga
Sepi Pengunjung, Menpora akan Evaluasi TAFISA Games 2016
Cabor gulat di TAFISA Games 2016. (Media Center TAFISA/ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan mengevaluasi penyelenggaraan Pesta Olahraga Rekreasi Dunia (TAFISA Games) 2016. Event akbar bertaraf internasional ini berlangsung di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta pada 6 hingga 12 Oktober.

"Tentu kami akan evaluasi semua penyelenggaraan, kegiatan dan dampak dari kegiatan ini. Mungkin ada hal-hal teknis yang tidak terpikir secara matang oleh penyelenggara sehingga TAFISA Games ini tidak diketahui masyarakat," kata Imam seusai Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Senin (10/10/2016)

Menpora melanjutkan, TAFISA Games 2016 semestinya menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional. Tapi, event tersebut terbilang gagal menarik perhatian masyarakat karena sosialisasi penyelenggaraan yang terbatas.

"Kami sudah berbicara dengan Pimpinan Komisi X DPR RI. Kami sampaikan ini adalah risiko anggaran langsung digelontorkan kepada panitia penyelenggara. Dalam anggaran penyelenggaraan olahraga berikutnya, kami harus saling mengawasi dan mengevaluasi dengan keterlibatan tim Kemenpora," papar Imam.

Sebelumnya, Menpora sempat mengatakan sosialisasi TAFISA Games ke-6 memang kurang baik. Ia menyebutkan banyak warga yang tidak mengetahui jumlah cabang olahraga (cabor) yang dilombakan dan bentuk permainan tradisional yang ditampilkan.

"Kejuaraan ini adalah barang baru karena mengangkat olahraga tradisonal. Oleh karena itu, untuk menjadi tuan rumah segenap olahraga tradisional dunia ini butuh publikasi yang besar juga," tutup Imam.

Sejumlah peserta olahraga dan permainan tradisional dari negara-negara Eropa sempat mengeluh dengan kondisi sepi pengunjung di arena TAFISA Games 2016. Beberapa di antaranya berasal dari Rumania dan Belgia.

"Kami ingin menampilkan permainan dari negara kami sebagaimana yang telah kami tampilkan di Busan, Korea Selatan. Tapi, kami hanya bisa mengenalkan kepada pihak panitia karena di sini sepi pengunjung," ujar Presiden Federasi OINA Rumania, Nicolae Dobre. (ant)


(KAU)