Olahraga Ekstrem

Adu Nyali di Via Ferrata Tebing Gunung Parang

Prihadi    •    28 September 2016 22:05 WIB
olahraga
Adu Nyali di Via Ferrata Tebing Gunung Parang
Foto: Dok. Prihadi

Metrotvnews.com, Purwakarta: Panjat tebing ternyata tidak melulu dilakukan oleh seorang atlet panjat tebing atau penggemar olahraga ekstrim ini. Karena panjat tebing ala Via Ferrata memungkinkan siapapun untuk melakukannya.

Bahkan bagi pemula sekalipun. Karena, lintasan pada dinding tebing ditanamkan besi yang memungkinkan pengunjung untuk memanjat dengan mudah. Syaratnya adalah Anda tidak takut pada ketinggian.

Via Ferrata sendiri sebenarnya adalah tangga besi yang berada di tebing dan ditanam dengan jarak yang sama satu sama lain di sepanjang jalur lintasan. Selain itu, juga terdapat kawat baja yang membentang di sepanjang jalur pendakian.



Via Ferrata dalam Bahasa Italia berarti ‘Jalan Besi’. Jalan ini digunakan pertama kali oleh biarawan Italia untuk menuju kastil yang berada di atas bukit. Kemudian digunakan pada masa Perang Dunia I. Selanjutnya diadaptasi penggunaannya di Gunung Kinabalu, Malaysia.
 

BACA: Eka Setiawati, Staf Satpol PP yang Jago Gulat


Nah, lokasi wisata petualangan ini juga dapat dijumpai Badega Gunung Parang di Desa Cirangkong, Purwakarta, Jawa Barat.

Untuk melakukan pendakian, pengunjung diminta mengisi formulir yang berisi tingkat ketinggian yang pengunjung inginkan. Mulai dari ketinggian 100 hingga 900 meter. Selama pendakian, pengunjung juga dipandu dan dibekali perlengkapan dasar pendakian. Seperti, helm, body harness, dan carabiner.



Sebelum melakukan pendakian pun, pengunjung akan mendapatkan pembekalan dari pemandu berupa pengenalan dasar alat dan cara pendakian.

Karena medan pendakian merupakan tempat terbuka, maka sebaiknya pendakian dilakukan sepagi mungkin. Ini untuk menghindari sengatan matahari saat pendakian berlangsung. Atau pun saat melakukan turun tebing dari jalur yang sama. Siapkan pula air minum sebanyak 1,5 liter untuk menghindari dehidrasi.
 

BACA JUGA: Glindra Patricia: Dari Renang Lalu Jatuh Cinta pada Polo Air


Tantangan pendakian dimulai dari titik nol meter. Dari titik ini pengunjung harus fokus dengan tiap pijakannya pada tangga besi. Mengatur ritme, kapan mengganti pijakan satu ke pijakan selanjutnya. Serta kapan waktu yang tepat melepas carabiner satu persatu secara bergantian pada kawat baja, untuk kemudian dipasang kembali. Hal ini terus dilakukan pada dinding tebing berkemiringan 90 derajat.



Namun, tantangan belum usai, karena jalur pendakian tidak selalu lurus ke atas. Sesekali ada lintasan yang mengharuskan pengunjung untuk berjalan ke samping.

Kalau sudah merasa lelah, maka istirahatlah sambil menikmati pemandangan waduk Jatiluhur dari kejauhan. Pos pertama untuk istirahat ada pada titik ketinggian 100 meter.

Tempat istirahat juga tersedia di tiap seratus meter berikutnya. Lelah saat pendakian sudah menjadi kepastian. Namun, dengan melakukan wisata petualangan ini, kesan mendaki tebing pun akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Karena di Via Ferrata siapapun bisa menjadi pemanjat tebing.

Video: Rio Haryanto Jadi Model Iklan Arloji
 


(ACF)