Evaluasi SEA Games 2017

Indonesia Terpuruk di SEA Games, Pemerintah Didesak Restrukturisasi Satlak Prima

Kautsar Halim    •    31 Agustus 2017 22:03 WIB
sea games 2017
Indonesia Terpuruk di SEA Games, Pemerintah Didesak Restrukturisasi Satlak Prima
Peraih medali perak Olimpiade 2016, Eko Yuli hanya mampu meraih medali perak di SEA Games 2017. Dia merasa, minimnya dukungan pemerintah jadi faktor yang membuatnya gagal memberikan yang terbaik (Foto: AFP PHOTO / MANAN VATSYAYANA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Lukman Edy selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) berbicara lantang terhadap buruknya prestasi Indonesia di ajang SEA Games 2017 Malaysia. Menurutnya, itu terjadi karena buruknya peran Satlak Prima.

"Susun ulang Satlak Prima. Desak mereka untuk bubar atau mundur dengan kesadaran diri sendiri. Bukannya memfasilitasi terciptanya prestasi, mereka malah membuat kacau konsentrasi atlet karena tidak kompeten menjalankan tugas," kata Lukman dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com.

Agar usulan itu terwujud, Lukman lantas meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk meninjau ulang kinerja para pejabat-pejabatnya yang bekerjasama dengan Satlak Prima. Ia ingin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dilibatkan kembali untuk menangani perkembangan atlet. 

"Maksimalkan peran KONI karena merekalah yang konsisten memantau perkembangan atlet sampai ke daerah-daerah. Selama ini, KONI tidak diperhatikan dan tidak diambil perannya," kata Lukman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI tersebut.
 

Baca: Menpora Minta Satlak Tanggung Jawab Soal Kasus Eki Febri


Bagi Lukman, hasil SEA Games 2017 merupakan pelajaran berharga atas cerminan buruknya penanganan olahraga Indonesia. Oleh karena itu, ia tidak ingin keterpurukan itu makin larut karena bisa merugikan atlet dan Indonesia sendiri juga bakal menjadi tuan rumah Asian Games di Jakarta dan Palembang pada 2018 mendatang. 

Solusi paling tepat, saran Lukman, harus ada koordinasi yang mantap antara Presiden RI, Wakil Presiden RI, Kemenpora, KONI dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Keempat pihak itu diharapkan Lukman bisa segera bertemu karena prestasi olahraga Indonesia dianggapnya sudah berada di level darurat. 

"Pertemuan itu harus dilakukan kalau kita tidak ingin dipermalukan sebagai tuan rumah Asian Games 2018," tutup Lukman.
 

Baca juga: Tak Mencapai Target di SEA Games 2017, Menpora Minta Maaf


KOI sempat mengatakan Indonesia ditargetkan berada di urutan 10 besar pada ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Itu tentu bukan hal yang mustahil apabila Indonesia bisa meraih 20 medali emas dari seluruh cabor yang dipertandingkan.

Sementara itu, target Indonesia di SEA Games 2017 dipastikan meleset karena hanya mampu finis di urutan lima. Itu terjadi karena Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia, Thailand, Vietnam dan bahkan Singapura. 

Sebelum event SEA Games digelar, Indonesia menargetkan diri bisa finis di urutan empat yang setidaknya bisa mengoleksi sekitar 55 emas. Namun sampai dengan event selesai, Indonesia hanya mampu mengoleksi 38 emas 63 perak dan 90 perunggu.

Video: ?Target SEA Games Tak Tercapai, Kemenpora akan Lakukan Evaluasi Besar-besaran



(ACF)