Belajar dari Kekurangan SEA Games Malaysia

Dheri Agriesta    •    23 Agustus 2017 17:27 WIB
asian games 2018sea games 2017
Belajar dari Kekurangan SEA Games Malaysia
Menpora Imam Nahrawi (tengah) bersama Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin (kiri) dan Ketua KOI Erick Thohir menunjukkan bendera Merah-Putih dan Malaysia. Foto: Antara/Ahmad Zamzuri.

Metrotvnews.com, Jakarta: Berbagai pengalaman didapatkan atlet asal Indonesia saat mengikuti SEA Games ke-29 di Malaysia. Pengalaman ini akan dijadikan modal untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Ada beberapa catatan terkait pelayanan panitia SEA Games 2017 Malaysia. Atlet peserta, contohnya, mendapatkan perlakuan tak sesuai, seperti tak adan sopir yang mengantarkan hingga habisnya makanan di hotel.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, penyelenggaraan SEA Games berbeda dengan Olimpiade dan Asian Games. Tak ada pemusatan tempat tinggal atlet dalam perhelatan SEA Games.

Sementara itu, Olimpiade dan Asian Games memiliki pemusatan tempat tinggal atlet seperti yang tengah dibangun di Kemayoran, Jakarta Pusat. Hal ini, membuat panitia gampang mengatur kegiatan operasional yang dibutuhkan atlet.

"Tentu ini (pelayanan yang diterima di Malaysia) menjadi pelajaran penting bagi Indonesia, karena kita akan menjadi tuan rumah Asian Games," kata Imam di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu 23 Agustus 2017.

Imam menyayangkan pelayanan yang diterima atlet Indonesia di Malaysia. Beruntung, kata dia, hotel tempat menginap para atlet dekat dengan restoran. Alhasil, kekurangan makanan bisa ditutupi.

Indonesia juga mengirimkan perwakilan yang mendampingi para atlet. Mereka akan bertindak cepat jika atlet mendapatkan perlakuan tak baik dari panitia.

Baca: Timnas Indonesia Bermodalkan Optimisme dan Keyakinan

"Ada official lain yang kemudian mengabil jalan pintas," kata Imam.

Menpora menambahkan, protes terus disampaikan saat perwakilan negara bertemu dengan panitia setiap pagi. Namun, tak ada tindak nyata yang dilakukan panitia SEA Games 2017.

"Mereka juga menyampaikan dan jawabannya pasti 'akan kami perbaiki dan mohon maaf'," kata Imam menirukan jawaban panitia.


(OGI)