Pemerintah Memperketat Pengamanan Asian Games 2018

Kautsar Widya Prabowo    •    18 Mei 2018 02:59 WIB
asian games 2018
Pemerintah Memperketat Pengamanan Asian Games 2018
Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. MI/Arya Manggala.

Jakarta: Pemerintah akan memperketat pengamanan Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Pemerintah tak ingin ada pihak tak bertanggung jawab yang mengganggu pesta olahraga terbesar Asia itu.

"Sangat ketat, siapa pun yang tidak pakai kartu identitas tidak boleh masuk. Motonya zero attack dan zero accident," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius seperti dilansir Antara, Kamis, 17 Mei 2018. 

Suhardi sadar, acara bertaraf internasional memang berpotensi besar jadi incaran teroris. Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh pihak bersinergi untuk meningkatkan antisipasi dan kewaspadaan menghadapi potensi itu.

Baca: INASGOC: Pengamanan Asian Games 2018 Tanpa Toleransi!

Suhardi mencontohkan penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia. Acara ini telah lama menjadi target teror kelompok militan, terutama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Fakta ini harus menjadi suatu pemahaman agar bisa diantisipasi dengan baik. Karena itulah, masalah keamanan ini harus benar-benar diperkuat, tanpa celah," katanya.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengumpulkan sejumlah lembaga dan kementerian terkait membahas persiapan Asian Games 2018. Dalam rapat yang berlangsung selam dua jam itu, pemerintah membahas secara rinci tentang pengamanan Asian Games 2018.

"Semua dibahas dengan detail seperti masalah keamanan, penempatan atlet, VIP, venue. Itu kami identifikasi, terus apa yang mesti kami lakukan. Intinya, semua sudah berkolaborasi dengan baik," ujar Suhardi.

Rapat yang berlangsung di Kemenko PMK itu turut dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Kontingen Atlet Asian Games 2018, Deputi Kemenpora Gatot Dewobroto, Wakil Ketua Inasgoc Mayen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Inasgoc Raja Sapta Oktohari, serta perwakilan dari Kemenlu, BSSN, dan PPK GBK.



(DRI)