Penjelasan Menpora Soal Pelaksanaan PON 2 Tahun Sekali

Gervin Nathaniel Purba    •    25 April 2018 20:27 WIB
berita kemenpora
Penjelasan Menpora Soal Pelaksanaan PON 2 Tahun Sekali
Menpora Imam Nahrawi. Foto: Dok. Kemenpora

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyampaikan waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) akan berubah menjadi dua tahun sekali dari sebelumnya empat tahun sekali. Perubahan ini dinilai bisa membantu proses pembinaan atlet Indonesia dan pembangunan infrastruktur olehraga di daerah dengan cepat. 

Imam mengatakan percepatan penyelenggaraan PON akan semakin memberi kesempatan luas kepada atlet-atlet Indonesia untuk menunjukkan prestasinya. Upaya ini juga akan membantu proses pembibitan atlet di daerah.

"Ada percepatan atlet untuk belajar bertanding di PON. Tentu nanti institusi di bidang olahraga terkait harus mengeluarkan kebijakan untuk pembatasan usia, sehingga lebih cepat lagi atlet bertanding," ujar Imam dalam pembukaan Musornas dan Rakernas KONI, di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu, 25 April 2018.

Di sisi lain, Imam juga menilai pelaksanaan PON dua tahun sekali dengan melibatkan dua daerah akan membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. 

"Kalau dua tahun sekali, saya yakin pembangunan infrstuktur olehraga juga akan ikut berkembang dengan baik. Tapi itu semua juga ditentukan oleh kesiapan pemerintah daerah masing-masing," tambahnya

Sementara Musornas dan Rakernas KONI 2018 telah memutuskan melalui pemungutan suara dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, Sumatera Utara dan Aceh mendapatkan 24 suara untuk menjadi tuan rumah PON 2024 nanti. Adapun dua calon tuan rumah lainnya yakni Bali-Nusa Tenggara Barat (8 suara) dan Kalimantan Selatan 2 suara. 

Menpora pun mengucapkan selamat kepada Provinsi Sumatera Utara dan Aceh yang terpilih sebagai tuan rumah PON 2024 nanti. "Selamat kepada Aceh dan Sumatera Utara yang akan menjadi tuan rumah PON 2024," ucap Menpora.


(ROS)