?Jelang Asian Games 2018

Menpora Rutin Pantau Kesiapan Atlet

Gervin Nathaniel Purba    •    22 Mei 2018 11:48 WIB
asian games 2018berita kemenpora
Menpora Rutin Pantau Kesiapan Atlet
Menpora Imam Nahrawi. (Foto: Dok. Kemenpora)

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi rutin memantau pendistribusian uang kepada atlet, makanan, gizi, hingga masalah kamar tidur sebagai persiapan Asian Games 2018 yang semakin dekat. 
  
"Dalam kaitan ini saya fokus dalam tugas saya, yakni prestasi Indonesia yang ditargetkan masuk 10 besar. Kita semua ingin masyarakat Indonesia baik 20 atau 30 tahun lagi, mengenang bahwa pada 2018 Indonesia masuk 10 besar," ujar Imam, dikutip Kemenpora.go.id, Selasa, 22 Mei 2018.  

Imam menjelaskan, kebijakan Presiden RI Joko Widodo sebenarnya memberikan harapan baru bagi setiap cabang olahraga (cabor). Masing-masing cabor mendapatkan kepercayaan mengelola uang secara langsung. Namun, Menpora tetap meminta semua cabor memahami detail pengelolaan anggaran untuk menghindari kegagalan administrasi.

"Untuk mewujudkan itu, saya tidak pernah lepas dari pantauan termasuk masalah uang yang didistribusikan kepada atlet, seperti makanan, gizi, masalah kamar tidur atlet hingga yaang lainnya. Ini menjadi bukti pemerintah hadir mengawal atlet sebagai aset bangsa yang harus dihargai. InsyaAllah, kami akan memberikan bonus terbesar sepanjang sejarah Asian Games," kata Imam. 
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto yang juga mantan atlet catur bergelar grandmaster menjelaskan, kepedulian dan kesiapan Indonesia dalam Asian Games kali ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap dunia olahraga. 

"Itu terlihat dari alokasi anggaran yang diberikan pemerintah untuk penyelenggaran Asian Games. Yang paling besar, anggaran digunakan untuk penyiapan infrastruktur,” kata Utut. 
 
Dia berharap, semua pihak membangkitkan semangat bahwa Asian Games 2018 merupakan momentum yang membanggakan sebagai sebuah bangsa. Dengan infrastruktur yang dipersiapkan, bangsa Indonesia kini sejajar dengan bangsa-bangsa maju yang lain. 

"Kita lihat berbagai sarana yang disiapkan dan direnovasi. Kalau tidak ada Asian Games ini, mana mungkin kita punya fasilitas olahraga yang begini hebat. Tantangan ke depan, bagaimana mengembangkan olahraga ini menjadi industri yang besar," ucap Utut.


(ROS)