Petenis Putri Top Dunia Tuntut Revisi Peraturan Cuti Melahirkan

Gregah Nurikhsani Estuning    •    27 Maret 2018 11:44 WIB
tenis
Petenis Putri Top Dunia Tuntut Revisi Peraturan Cuti Melahirkan
Azarenka menghabiskan waktu bersama anaknya yang baru berusia 11 bulan. (Foto: Twitter/@vika7)

Miami: Serena Williams dan Victoria Azarenka, dua petenis wanita papan atas dunia tengah mengupayakan revisi peraturan 'cuti melahirkan'. Mereka ingin otoritas tenis dan panitia turnamen ke depannya bisa memberikan keistimewaan berupa proteksi terhadap petenis yang baru melahirkan anak.

Semua itu bermula saat Serena tumbang pada babak pertama dari petenis muda Jepang, Naomi Osaka di Miami Terbuka beberapa hari lalu. Tanpa mengecilkan kualitas Naomi sang juara Indian Wells Masters 2018, kekalahan Serena sejak dini sangat disayangkan karena dinilai tidak adil.

Petenis berusia 38 tahun itu seakan mendapatkan hukuman bertubi-tubi usai melahirkan. Ketika Serena memutuskan untuk menyingkir dari lapangan karena hamil, tidak ada keringanan mengenai sistem peringkat WTA, padahal cuti yang ia ambil sangat lama, yakni 13 bulan.

Selama 13 bulan itu (cuti hamil dan melahirkan), Serena terjun bebas dari posisi puncak. Saat memutuskan untuk kembali ke arena tenis, alhasil ia tidak masuk seedings alias harus memulai sebuah turnamen dari babak awal.

Comeback-nya di Miami Terbuka seharusnya menjadi momen istimewa buat Serena karena di sana ia telah memenangi delapan gelar. Sayang, panitia tidak menempatkan Serena dalam wildcard, sehingga pada babak pertama ia langsung bertemu Naomi, petenis 20 tahun yang diprediksi bakal bersinar pada masa-masa mendatang.

Direktur Turnamen Miami Terbuka, James Blake, menariknya, miris dengan kekalahan Serena. Menurutnya, hal seperti ini bisa dihindari dengan merevisi peraturan seedings terkait pemain unggulan dan non-unggulan.

Terjun bebasnya peringkat Serena karena cuti hamil dan melahirkan menjadi poin utama yang harus direvisi. Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian khusus, yakni dengan pemberian masa tenggang.

"Saya pikir mereka harus mengubah jalan. Masuk akal untuk melindungi seseorang yang menjalani cuti melahirkan dan membantunya mendapatkan hasil drawing yang lebih mudah," ungkap Blake seperti dikutip Fox Sports.

"Bagi seseorang yang menjalani masa bersalin, mereka harus dilindungi. Hal-hal semacam ini seharusnya tidak terjadi. Dia telah memenangkan gelar ini berkali-kali sehingga dia membutuhkan perlindungan," jelasnya.

Di sisi lain, Serena sebetulnya bisa melihat Kim Clijsters atau Lindsay Davenport misalnya, yang pada kondisi serupa sukses mempertahankan eksistensi di dunia tenis pasca melahirkan. Namun tetap saja, kampanye untuk memproteksi atlet wanita pascamelahirkan didengung-dengungkan oleh sesama atlet itu sendiri.

Klik: Kecelakaan dan Dapat Penalti 5 Grid, Bottas: Saya Terlalu Memaksa

Azarenka baru-baru ini juga bersuara terkait tumbangnya Serena di Miami Terbuka. Senada dengan Blake, ia berharap ada keringanan untuk atlet wanita pasca melahirkan dengan membuat atau merevisi peraturan.

"Ini agak sensitif, sebetulnya ada dua perspektif. Isu ini baru keluar setelah Serena, bagaimana dengan (atlet) sebelumnya? Berkat nama besar Serena, akhirnya wacana keringanan ini mencuat. Menurut saya, akan adil jika kami (atlet wanita pasca melahirkan) mendapatkan seeding yang lebih ringan usai kembali dari cuti," ujar Azarenka dinukil dari Baseline Tennis.

"Fokus saya sekarang adalah melindungi (atlet) wanita yang ingin memulai keluarga. Bukan sesuatu yang umum ketika mereka memulai keluarga di tengah perjalanan karier, terutama dalam tenis. Saya dan Serena masih beruntung sering mendapat status wildcard di sejumlah turnamen, tapi bagaimana nasib mereka yang rankingnya rendah? Kualifikasi? Tentu berat," tambahnya lagi.

Simona Halep lebih tegas lagi soal isu ini. Menurutnya, mengenai anak dan keluarga bukanlah sesuatu yang bisa ditawar.

"Saat seseorang melahirkan, ini lebih dari olahraga. (Memiliki anak) adalah momen spesial dalam hidup, dan saya bisa mengerti ketika ada jawara meninggalkan status No. 1 demi anak. Saat dia memutuskan untuk kembali, sudah seharusnya kami dilindungi," tandas Halep.

Video: Keseruan Metro TV Heritage Run
 


(ASM)