Menpora Minta Fasilitas SKO Ragunan Diperbaiki

Pelangi Karismakristi    •    27 Maret 2018 18:59 WIB
berita kemenpora
Menpora Minta Fasilitas SKO Ragunan Diperbaiki
Menpora sambangi SKO Ragunan. Foto: Dok. Kemenpora

Jakarta: Menpora Imam Nahrawi menginginkan fasilitas Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan diperbaiki. Sebab, SKO Ragunan telah melahirkan banyak atlet yang akan mengharumkan nama bangsa.

"Ke depan memang harus dimaksimalkan SKO Ragunan ini, termasuk SKO yang lain di semua provinsi di Indonesia," ujar Menpora, dikutip Kemenpora.go.id, Selasa, 27 Maret 2018.

Imam juga menyampaikan bahwa dari sisi infrastruktur, SKO Ragunan di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah tak henti mendorong dan mendukung pihak terkait seperti Pemprov DKI dan Mendikbud atas kerja samanya selama ini.

"Kami di sini hanya menitipkan 210 anak atlet yang kita cukupi kebutuhannya sepeti makan, uang saku, kepelatihan selebihnya kita bekerjasama dengan Pemprov DKI terima kasih juga kepada Mendikbud karena sekarang sudah lahir 7 SKO dari target 34 SKO di tahun depan di semua provinsi," tambahnya.

SKO Ragunan lanjut Imam, telah menyuplai banyak atlet untuk PON dan beberapa event olahraga bertaraf nasional lainnya. Dirinya juga menilai kalau motivasi dan pengawalan yang ketat dari pelatih dan guru di SKO ini sudah bagus, hanya tinggal perbaikan infrastruktur yang perlu lebih diperhatikan setidaknya banyak daerah yang memanggil mereka kembali untuk memperkuat daerahnya.

"Saya berharap betul Pak Gubernur DKI Jakarta memberikan kelonggaran dananya untuk memperbaiki sebagian fasilitas ini, nanti kita akan kerjasama mungkin alatnya dari Kemenpora bangunannya dari DKI," tutur Menpora.

Hal senada juga disampaikan oleh Asdep Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo.  Menurutnya atlet alumni SKO Ragunan menyumbangkan 40 persen medali untuk SEA Games. "Dari 210 atlet saja sudah bisa menyumbangkan 40 persen medali untuk SEA Games, dan 60 persen PON kalau di sini bisa menampung 1.000 atlet sudah pasti bisa bicara di level Asia dan olimpiade," katanya.

Konsep seperti Hambalang lanjutnya, adalah yang dibutuhkan oleh masyarakat olahraga di Indonesia yang berjenjang dari SMP, SMA hingga Akademi. "Ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah agar pembinaan olahraga berjenjang salah satu terobosannya adalah PPLM agar ada pembinaan jangka panjangnya menuju atlet elite, kami harap semua pihak punya komitmen tinggi agar pembinaan olahraga menjadi hal penting karena menyangkut harga diri bangsa," ucap dia.

Seperti yang sudah diketahui kondisi Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan sendiri masih bisa terbilang kurang maksimal dari sisi infrastruktur, disisi lain SKO yang lahir tahun 1977 ini harus menjadi Kawah Candradimukanya olahraga tanah air.
 
Menpora menyampaikan dari sisi infrastruktur SKO ini dibawah Pemprov DKI Jakarta, pemerintah sendiri hanya menitipkan 210 atlet dari 16 cabang olahraga seperti bulutangkis, sepakbola, bola voli, tenis meja dan beberapa cabang olahraga yang lain.


(ROS)