Kejuaraan Dunia Basket 2023

FIBA Pantau Indonesia untuk Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Bola Basket Dunia

Kautsar Halim    •    05 Juli 2017 06:43 WIB
basket indonesia
FIBA Pantau Indonesia untuk Menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Bola Basket Dunia
Perwakilan FIBA ketika memantau Istora Senayan (Foto: Tesar/mtvn)

Metrotvnews.com, Jakarta: Minat Indonesia untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023 ditanggapi positif oleh induk organisasi bola basket dunia (FIBA). Mereka sudah mengirimkan delegasi untuk memantau kelayakan Indonesia pada Selasa 4 Juli.

Tempat pertama yang dikunjungi delegasi FIBA adalah Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang berada di Jakarta Pusat. Di sana, mereka disambut Menpora Imam Nahrawi dan berbincang seputar berbagai persiapan Indonesia sebagai calon tuan rumah.

BACA: Djokovic Cuma Butuh Satu Set untuk Lolos ke Putaran Dua

Selesai dari Kemenpora, delegasi FIBA yang dipimpin oleh Ingo Weiss langsung beranjak menuju Gedung Istora yang berada di Komplek Olahraga Gelora Bung Karno. Jika di Kemenpora hanya dijelaskan secara lisan, kali ini mereka bisa melihat langsung progres pembangunan lapangan bola basket indoor yang berada di Istora.

Meski pembangunan itu belum rampung, para delegasi FIBA tampaknya tetap kagum dengan progres pembangunan. Hanya saja, mereka belum bisa memastikan apakah Indonesia bisa terpilih sebagai tuan rumah.

"Sungguh mengesankan bisa melihat pembangunan di gedung yang sudah ada sejak 1962 ini. Sekarang, kami tunggu apakah gedung ini cocok untuk didirikan lapangan bola basket. Soalnya, lapangan bola basket itu perlu atap yang tinggi," ujar Weiss kepada wartawan.

"Saya berharap, Indonesia bisa memenangi bidding sebagai tuan rumah di Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023. Saya tahu di sini (Indonesia) banyak penontonnya, jadi saya harap Indonesia bisa setara dengan Filipina dan Jepang," tambah pria yang bertugas sebagai bendahara FIBA tersebut.

Indonesia tidak sendiri apabila terpilih menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bola Basket 2023. Pasalnya, ada Jepang dan Filipina juga yang menemani.

Menurut Eric Thohir selaku Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), adanya tiga negara yang menjadi tuan rumah belum pernah dilakukan sebelumnya. Oleh karena itu, kesempatan menjadi calon tuan rumah harus diupayakan semaksimal mungkin.

"Kejuaraan Dunia ini adalah sesuatu membanggakan karena untuk pertama kalinya ada tiga negara yang menjadi tuan rumah. Selain itu, bisa digolongkan dengan Filipina dan Jepang juga satu hal yang membanggakan," kata Erick yang ikut menemani delegasi FIBA memantau pembangunan Gedung Istora.

Pantauan FIBA tidak selesai sampai di sini. Pasalnya, Weiss sempat mengatakan bakal kembali bersama delegasinya untuk melakukan evaluasi lanjutan sekitar tiga bulan lagi. Sementara itu, keputusan final pemenang bidding akan diinformasikan pada Desember 2017.

 


(KRS)