Raja Tanjakan Iran Menangi Etape Terekstrem Tour de Banyuwangi-Ijen

Tri Kurniawan    •    29 September 2017 17:55 WIB
itdbi banyuwangi banyuwangi
Raja Tanjakan Iran Menangi Etape Terekstrem Tour de Banyuwangi-Ijen
Para juara di etape 3 ITdBI 2017. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Metrotvnews.com, Banyuwangi: Amir Kolahdouzhagh, pembalap Pishgaman Cycling Team mememangi etape 3 Tour de Banyuwangi-Ijen (ITdBI) 2017. Sedangkan jersey kuning masih milik Davide Rebellin, pembalap Kuwait-Cartucho.es.

Pembalap menempuh jarak sejauh 116,3 kilometer, start dari Pelabuhan Ikan Muncar hingga finish di Paltuding, Gunung Ijen. Etape 3 sangat menguras tenaga karena lintasan didominasi tanjakan dan tikungan tajam. Di tanjakan kategori empat, para pembalap menghadpi tanjakan dengan tingkat kemiringan 6-4 persen sepanjang 2 hingga 4 kilometer.

Amir, raja tanjakan asal Iran, mencapai garis finish dengan catatan waktu 3 jam 35 menit 07 detik atau lebih cepat 51 detik dari Reza Hosseini (Pishgaman) dan Victor Nino (Sapura Team) yang masing-masing di posisi dua dan tiga


Amir Kolahdouzhagh mencapai garis finish. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Sedangkan Jamal Hibatullah, pembalap KFC, berhasil menjadi pembalap terbaik Indonesia di etape ini. Ia berhasil mencapai Paltuding selama 3:38:34. BRCC Banyuwangi mencatatkan diri sebagai tim terbaik di etape ini.

Meski finish paling cepat dan menjadi raja tanjakan (jersey polkadot) di etape 3, Amir belum mampu mengambil jersey kuning yang dikuasai Rebellin sejak etape 1. Gap antara Rebellin dengan Amir 46 detik.

Untuk kategori pembalap terbaik Indonesia secara keseluruhan dari etape 1-3 (jersey merah putih) menjadi milik Jamal Hibatullah. Ia menjalani etape 1 (137,7 kilometer), etape 2 (180,9 kilometer), dan etape 3, selama 11:29:50. Pesaing terdekat Jamal dalam perebutan jersey ini adalah Aiman Cahyadi (01 menit 47 detik).


Jamal Hibatullah, pembalap KFC, sebagai pembalap terbaik Indonesia. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Jersey hijau, sebagai simbol raja sprint, dikenakan Jamalidin Novardianto, pembalap PGN Road Cycling Team. Ia meraih 23 poin, unggul atas Jos Koop dari PCS (23 poin) dan Matthew Zenovich yang tergabung dalam St George Continental Cycling Team (21 poin).

Secara keseluruhan, tim terbaik adalah Pishgaman dengan catatan waktu 34:19:31, disusul Team Sapura Cycling (34:31:55). Tim balap sepeda terbaik Indonesia dipegang KFC (34:46:44), di posisi kedua ada BRCC Banyuwangi (34:56:40).

Jalannya Balapan
 


Etape 3 diwarnai aksi breakaway sejak awal lomba. Bambang Suryadi, Samuel Volkers, Ali Khademi, Jay Dutton, Goh Choon Huat memimpin lomba dengan selisih waktu lebih dari lima menit dengan rombongan besar.

Komposisi pembalap kembali terpecah ketika memasuki tanjakan. Tiga pembalap, yakni Jay Dutton, M. Azman, dan Samuel Volkers breakaway 30 kilometer menjelang finish.

Para pembalap kembali terurai saat memasuki dua tanjakan paling curam atau 15 kilometer menjelang finish. Lima pembalap, yaitu Amir, Hosseini, Nino, Rebellin, dan Lois Desriac saling menaklukkan hingga garis finish.

Amir mengatakan, di 10 kilometer dirinya dan Amir masih dalam peleton dengan Rebellin. Lima kilometer menjelang finish, Rebellin terpisah. "Akhirnya saya yang memenangkan," kata Amir usai balapan etape 3 Tour de Banyuwangi-Ijen 2017 di Paltuding, Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat 29 September 2017.


Tanjakan Erek-erek titik paling berat di etape 3 ITdBI 2017. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan

Jamal Hibatullah mengatakan, 10 kilometer menjelang garis finish sangat berat. Lintasan menanjak, licin, dan sempit. Pembalap sudah tidak dalam peleton. "Di situ titik terberat dari etape ini," ujar pria berusia 20 tahun ini.

Chairman ITdBI 2017 Guntur Priambodo mengatakan, Pishgaman mendominasi sejak awal balapan. Kalau pun tidak menang di kategori perorangan, tapi secara tim Pishgaman menguasai. Menurutnya, kemampuan pembalap Pishgaman di atas rata-rata.

"Mereka menyerang setelah KOM (king of mountain) 1. Mereka menyimpan tenaga, kemudian di tanjakan terakhir baru (menyerang), Pishgaman lepas," katanya.

Di etape ini, para pembalap melintasi perkampungan dan perkebunan kopi. Sejak garis start hingga finish, masyarakat antusias melihat aksi para pembalap.

Rombongan penonton semakin tampak menjelang erek-erek, tanjakan tertinggi di etape ini, hingga di Paltuding. Turis asing pun banyak yang menyaksikan event ini. Mereka santai di depan warung menjelang Paltuding.


Lintasan etape 3 ITdBI 2017. Foto: Metrotvnews.com/Tri Kurniawan


(TRK)