Asian Games 2018

Berkenalan dengan Badut Momo yang Ternyata Calon Guru Olahraga

Kautsar Halim    •    11 Oktober 2018 10:40 WIB
Asian Para GamesSemarak Asia
Berkenalan dengan Badut Momo yang Ternyata Calon Guru Olahraga
Momo saat meladeni relawan melakukan foto bareng (Foto: Tesar/Medcom.id)

Jakarta: Maskot Asian Para Games 2018, Momo, ternyata tidak hanya menjadi rebutan di Mega Store Asian Para Games 2018--toko khusus yang menjual merchandise resmi. Tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri di arena pertandingan.

Jika di Mega Store ada bonekanya, di sejumlah venue bisa ditemui replika versi badutnya. Nasibnya pun sama karena badut Momo menjadi rebutan foto bersama para pengunjung.

Kendati demikian, Momo tidak selalu hadir tiap hari di venue. Dia hanya bertugas meramaikan upacara pengalungan medali atau momen-momen besar seperti upacara pembukaan dan penutupan. 

Begitu juga dengan yang terjadi di venue para-catur Cempaka Putih Sports Hall, Rabu 10 Oktober 2018. Badut Momo terlihat lincah menari-nari memeriahkan acara pengalungan medali nomor standard perorangan dan beregu putra-putri.

Sekitar 30 menit menjelang upacara seremoni dimulai, Momo sudah bersiap di luar venue. Spontan, Dia langsung diserbu para pengunjung maupun atlet untuk berfoto bersama. Tidak ada satupun pihak yang ditolak Momo berfoto meskipun suhu di Jakarta saat itu cukup panas.

Ketika ada kesempatan, Medcom.id akhirnya berhasil mengajak Momo untuk berbincang. Keringat terlihat membasahi seluruh wajah hingga rambut ketika dia membuka bagian topeng kepalanya.


Muhammad Purnama Suherman pemeran Momo di Asian Para Games 2018 Foto: Tesar/Medcom.id

Momo pun akhirnya berbicara bahwa nama aslinya Muhammad Purnama Suherman. Kesehariannya adalah wasit bola basket dan mahasiswa fakultas olahraga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung.

Purnama--sapaan akrabnya, tidak menyangka jika bakal bertugas sebagai badut Momo. Pasalnya, dia hanya mendaftar sebagai volunteer untuk menjadi bagian sejarah Asian Para Games 2018. 

"Meski begitu tetap sebuah kebanggaan bisa menjadi bagian yang bisa menyukseskan Asian Para Games 2018. Saya menerima tugas ini (jadi badut Momo) dengan senang hati," kata Purnama sambil diledek rekan-rekan sesama sukarelawan.

Menjadi Momo tampak lebih menantang ketimbang volunteer lain. Sebab, selain  bertarung dengan hawa panas kostum, dia juga harus melakukan gerakan lucu untuk menghibur pengunjung.

"Untuk menarinya sendiri sempat saya pelajari sedikit lewat video. Setelah itu selebihnya otodidak. Lebih banyak dukanya juga kalau menjadi Momo. Namun, itu duka yang menjadi suka. Saya juga enggak memikirkan honor meskipun tugasnya lebih berat," ujar Purnama sambil tertawa. 

"Kostum Momo ini sebetulnya adem banget. Tapi, adem yang berkeringat," tambah Purnama yang memang suka bergurau.

Terlepas dari pada itu, Purnama pun menjelaskan motivasinya untuk menjadi volunteer Asian Para Games 2018. Ia mengaku ingin mendapatkan banyak pengalaman dan sisi positif dari atlet-atlet penyandang disabilitas yang selalu berjuang dengan luar biasa.

"Satu hal paling penting yang saya dapat dari sini, yaitu bersyukur dengan keadaan. Mereka itu (para atlet disabilitas) adalah motivasi buat saya. Saya ingin tahu sejauh mana perjuangan saya ketika dapat motivasi dari mereka," pungkas Purnama. 

Maskot Momo terinspirasi dari elang bondol yang habitatnya tersisa sekitar 1.000 ekor di Pulau Seribu. Bulu kepala hingga dadanya berwarna putih, sedang badannya berwarna coklat. Di leher Momo melingkar sarung dan pinggangnya mengenakan sabuk khas suku Betawi.

Indonesia Tambah 4 Emas dari Cabor Lawn Bowl



(FIR)