Proliga 2018

Pelatih Sumsel Babel Legawa dengan Kegagalan di Grand Final

Ahmad Mustaqim    •    15 April 2018 20:42 WIB
bola voliproliga
Pelatih Sumsel Babel Legawa dengan Kegagalan di Grand Final
Tim bola voli putra Palembang Bank Sumsel Babel (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Yogyakarta: Tim bola voli putra Palembang Bank Sumsel Babel nyaris saja menjuarai ajang Proliga 2018. Namun, itu gagal terjadi lantaran mereka takluk dari Surabaya Bhayangkara Samator pada fase Grand Final, Minggu 15 April.

Jalannya Grand Final Proliga 2018 berlangsung sengit di GOR Amongrogo, Yogyakarta. Sumsel Babel yang tertinggal dua set lebih dulu, berhasil mencuri kemenangan pada set ketiga dan memaksa Samator memainkan set keempat.

Namun, Samator tidak menyerah begitu saja ketika Sumsel Babel memberikan perlawanan berarti pada set keempat. Alhasil, laga tetap mampu dimenangkan Samator dengan skor keseluruhan, 3-1 (25-22, 25-16, 23-25 dan 30-28).
 

Klik: Daniel Ricciardo Naik Podium Utama F1GP Tiongkok


Berbicara seusai laga, Samsul Jais selaku pelatih Sumsel Babel terlihat cukup berbesar hati dengan kegagalan timnya. Sebab, Samator diakuinya memang tampil lebih baik pada set pertama dan kedua.

"Pada awal set partai final ini, pola permainan kami memang tidak pada performanya dan itu menjadi sebuah kelemahan," kata Samsul.

"Sangat berat melakoni set ketiga dalam posisi tertinggal. Tapi, saya bilang kepada para pemain bahwa pertandingan bukan hanya tiga set," tambahnya ketika menanggapi kebangkitan timnya pada set ketiga.
 

Klik: Tim Bola Voli Putri JPE Juara Proliga 2018


Sumsel Babel tampil lebih agresif ketika memainkan set keempat. Mereka pun mampu mengikuti raihan poin Samator hingga laga tidak cukup diselesaikan dengan skor normal. Namun, para pemainnya malah melakukan kesalahan sendiri ketika memasuki poin-poin krusial.

"Secara keseluruhan kami cukup puas walaupun kalah 3-1. Dalam olah raga memang selalu ada faktor keberuntungan," tutup Samsul.

Sumsel Babel memang pantas diapresiasi atas pencapaiannya ke Grand Final. Sebab, mereka harus merengkuh tiga kemenangan di Malang dan bahkan nyaris kalah di Solo saat memainkan Final Four.




(KAU)