Balap Sepeda

ISSI dan Kementerian Pariwisata Sepakat Kembangkan Sport Tourism

   •    07 November 2016 21:52 WIB
olahragabalap sepeda
ISSI dan Kementerian Pariwisata Sepakat Kembangkan <i>Sport Tourism</i>
Ajang Tour de Linggarjati 2016 (Foto: Antara/Dhedez Anggara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memaksimalkan program yang dimiliki, termasuk mendukung pengembangan penyelenggaraan pariwisata olahraga atau sport tourism.

"Kemenpar sudah berjanji untuk mendukung program kami. Saat ini balap sepeda bukan semata urusan prestasi, namun juga bisa dikembangkan menjadi sport tourism," kata Ketua PB ISSI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Pria yang akrab dipanggil Okto itu menjelaskan, pada pertemuan yang dilakukan sudah dibahas beberapa hal terkait dengan tata laksana atau prosedur pelaksanaan penyelenggaraan kegiatan balap sepeda yang melibatkan Kemenpar.

Saat ini, PB ISSI memang fokus dalam mengembangkan kejuaraan balap sepeda semua nomor, mulai road race, track, BMX, cross country hingga down hill. Kejuaraan ini tidak hanya fokus untuk prestasi, namun dikembangkan ke arah sport tourism.

Dengan adanya pertemuan dengan pihak Kemenpar ini, ISSI berharap semuanya bisa bersinergi. Apalagi Kemenpar merupakan salah satu penyandang dana sejumlah kejuaraan balap sepeda, baik level nasional maupun internasional yang ada di Indonesia. 72 Atlet Anggar Bersaing Masuk Pelatnas SEA Games 2017.

"Saat ini event balap sepeda meliputi skala nasional maupun internasional. Kami berharap Kemenpar terus berperan dalam memberikan dukungan (sponsor)," kata Okto, yang juga promotor tinju profesional itu.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti berharap kerja sama dengan PB ISSI terus berjalan dengan baik demi pengembangan sport tourism di Indonesia.

"Di Kemenpar ada tiga produk besar yang menarik wisatawan, yaitu wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan. Sport tourism adalah bagian dari wisata buatan. Kami berharap bisa bekerja sama dengan ISSI untuk menangani masalah teknis. Untuk balap sepeda, biar ISSI yang menangani event dari sisi teknis, untuk Kemenpar akan menangani promosi destinasi, promosi daerah dan branding untuk lebih menarik minat wisatawan," katanya.

Esthy menambahkan, untuk perencanaan kegiatan pihaknya berharap ISSI melibatkan Kemenpar. Apalagi pihaknya memiliki 10 daerah wisata yang menjadi prioritas. Dalam pertemuan tersebut juga sudah dibicarakan terkait pelaksanaan Tour d'Indonesia 2017.

"Kami berharap di dalam Tour d'Indonesia kita bisa bersama-sama melakukan promosi. Kami juga memiliki media yang bisa dimanfaatkan untuk mengekspos program sport tourism," kata Esthy menambahkan.(ant)

Video: Liverpool Pantas di Puncak Klasemen
 


(RIZ)