Jelang Asian Games 2018

Material Impor dari Jerman Hambat Penyelesaian Equestrian Park

Krisna Octavianus    •    05 April 2018 11:31 WIB
asian games 2018
Material Impor dari Jerman Hambat Penyelesaian Equestrian Park
Equestrian Pulo Mas. (Foto: medcom.id/Krisna Octavianus)

Jakarta: Equestrian Pulo Mas masih dalam proses pengerjaan jelang Asian Games 2018. Sejauh ini, material pasir yang harus mengimpor dari Jerman menghambat penyelesaian arena berkuda itu.

Saat medcom.id mengunjungi Equestrian Pulo Mas, secara fisik dan kasat mata setiap jengkal bangunan sudah rampung. Akan tetapi, ada beberapa spot yang masih dalam pengerjaan yang bersifat detailing.

Direktur PT. Pulo Mas Jaya Bambang Mursalin mengaku, sebenarnya tidak ada kendala berarti dalam penyelesaian Equestrian ini. Hanya saja, ada material pasir yang harus impor dari Jerman menghambat pengerjaan.

Baca: Sambut Asian Games, Kemenkes Gelar Simulasi Penanganan Cedera


"Kendala yang berarti tak ada. Selama ini cuaca yang menghambat penyelesaian konstruksi bangunan. Kemudian kendala yang cukup berarti adalah impor material. Karena memang pasirnya agak khusus. Kita cari dari seluruh Indonesia. Karena itu memang besarnya khusus, warnanya khusus, dan kandungannya pasir silika khusus," ujar Bambang Mursalin.

Baca: Tujuh Tower Wisma Atlet Siap Menyambut Asian Games


"Ini yang cukup memakan waktu lama. Kemudian juga bahan impor material geo teksain yang kita impor dari Jerman, sehingga butuh waktu untuk produksi, dan shipping-nya sampai ke Indonesia. Kendala lain tidak ada. Insya Allah semua selesai tepat waktu sebelum Asian Games," sambungnya.

Bambang menegaskan Equestrian Park Pulo Mas sudah siap 95 persen. Dia menargetkan satu bulan ke depan sudah rampung. 

"Target penyelesaian 100 persen di pertengahan bulan Mei. Kira-kira tiga bulan sebelum penyelenggaraan Asian Games di bulan Agustus," pungkasnya.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: Tim Tinju Indonesia akan Uji Tanding di Ukraina


(ASM)