Gempa Bumi dan Tsunami di Palu

Satu Jenazah Pilot Paralayang kembali Ditemukan

Riyan Ferdianto    •    04 Oktober 2018 19:25 WIB
olahraga
Satu Jenazah Pilot Paralayang kembali Ditemukan
Tim SAR melakukan evakuasi korban gempa yang tertimbun reruntuhan bangunan hotel Roa-Roa di Palu. (Foto: Antara/Prasetyo)

Palu: Satu jenazah pilot paralayang yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah kembali ditemukan, Kamis 4 Oktober siang. Menurut Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha, korban meninggal tersebut atas nama Serda Fahmi. 

"Selang 10 menit penemuan jenazah Dong Jin Lee siang tadi, kembali ditemukan satu jenazah atlet paralayang atas nama Serda Fahmi," kata Ketua Paralayang Indonesia, Wahyu Yudha, seperti dilansir Antara. 

Yudha mengatakan penemuan jenazah Serda Fahmi berdasarkan hasil identifikasi Tim Satgas Paralayang dan meyakini jenazah yang ditemukan sekitar pukul 14.45 WITA itu adalah atlet paralayang asal Jawa Timur tersebut.

"Jenazah mengenakan pakaian Paralayang Indonesia, persis yang dikenakan almarhum sebelum gempa terjadi," katanya.      

Hingga hari keenam pascagempa dan tsunami sudah ada enam atlet paralayang yang ditemukan dalam keadaan  meninggal dunia, masih tersisa satu atlet dalam pencarian tim Badan SAR Nasional (Basarnas).

Klik di sini: Atlet Paralayang Korban Gempa Sempat Sakit Sebelum ke Palu

Keenam jenazah atlet tersebut ditemukan meninggal dunia di antara reruntuhan Hotel Roa-Roa bersama jenazah lainnya.Tujuh atlet paralayang yang hilang kontak usai gempa dan tsunami menghantam ibu kota Sulawesi Tengah tersebut, adalah Reza Kambey, Serda Fahmi, Ardi Kurniawan dari Malang, Jawa Timur, Petra Mandagi, Glen Mononutu, dan Franky Kowas dari Sulawesi Utara, dan satu atlet Korea Selatan atas nama Dong Jin Lee.      

Selain tujuh atlet tersebut, ada tiga kru atau pendamping para atlet yang menjadi korban. Ketiganya adalah Lauren Kowas, Triad, dan Ibu Rachmat Sauma yang sudah ditemukan pada hari pertama pascagempa.      

Yudha mengatakan pencarian terhadap korban gempa dan tsunami Palu di Hotel Roa-Roa masih berlangjut, termasuk pencarian satu atlet yang mesih belum ditemukan atas nama Reza Kambey dari Malang, Jawa Timur. Sementara itu, keenam jenazah atlet tersebut telah dikebumikan, tiga atlet asal Sulawesi Utara telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing, sedangkan jenazah Ardi Kurniawan, Serda Fahmi terpaksa dimakamkan di Palu.      

"Kondisi jenazah sudah berubah, sehingga sulit untuk dipulangkan, apalagi keterbatasan petugas yang melakukan pengurusan jenazah, apalagi secara syariat Islam, diputuskan untuk dimakamkan di Palu," kata Yudha.      

Kejuaraan paralayang lintas alam Palu Nomoni 2018 diikuti oleh 32 pilot yang berasal dari berbagai daerah, termasuk tiga pilot mancanegara. Menurut jadwal, kejuaraan tersebut dimulai kamis 27 September hingga 30 September, namun dihentikan setelah Jumat 28 September sore waktu setempat gempa terjadi di Palu dan Donggala.

Video: Suporter Bola di Indramayu Gelar Deklarasi Damai